Apakah Batal Puasanya saat Ibu Hamil Muntah?

0
3
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hamil adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan membahagiakan. Meski begitu, tidak sedikit wanita yang mengalami morning sickness dan sering menyebabkan mual, muntah serta pusing. Hal tersebut tentu melelahkan, terutama mereka yang memiliki tubuh lemah.

Dilansir dari emirates247.com, ada beberapa hal yang membuat wanita mengalami morning sickness. Beberapa di antaranya karena peningkatan hormon progesteron dan chorionic gonadotropin yang bisa mempengaruhi sistem pencernaan sang ibu dan mengakibatkan muntah serta mual.

Morning sickness yang terjadi di hari-hari biasa belum tentu berpengaruh banyak bagi kesehatan seseorang. Hal ini karena sebenarnya morning sickness bersifat alami. Tapi, bagaimana jika morning sickness yang disertai mual serta muntah terjadi di bulan Ramadan saat seorang ibu hamil berpuasa? Apakah puasa yang dijalaninya batal dan ibu yang tengah hamil tersebut wajib menggantinya di hari lain?

Dr. Ali Ahmed Mashael dari Grand Mufti, Islamic Affairs and Charitable Activities Departement (IACAD) di Dubai memiliki jawabannya. Ia mengungkapkan, “Jika seorang wanita hamil mual dan muntah, sedangkan hal itu bukan perkara yang disengaja, maka puasanya tidak batal dan ia masih bisa melanjutkan puasa hingga adzan maghrib tiba”.

Menurut Dr. Ahmed, selama seorang wanita hamil muntah dengan tidak disengaja, melainkan hal ini terjadi secara alami, ia masih bisa melanjutkan puasa. Tapi, ketika seorang wanita hamil dengan sengaja memuntahkan diri atau menelan apapun ke dalam tenggorokannya, sudah pasti puasa yang dilakukan telah batal dan wajib diganti di hari lain di luar bulan Ramadan.

Agar saat puasa Ramadan tidak muntah saat hamil, sangat disarankan dan diwajibkan untuk setiap wanita hamil menjauhi segala benda yang bisa memicunya mual serta muntah. Jika seseorang yang sedang hamil dan dengan sengaja mendekati benda-benda yang memicunya mual serta muntah hingga ia benar-benar muntah, Dr. Ahmed mengungkapkan, bahwa hal ini sama saja membatalkan puasanya.

Keterangan Dr. Ahmed di atas selaras dengan sebuah hadits yang berbunyi: “Barangsiapa yang muntah tanpa disengaja, maka tidak wajib qodho’ (mengganti puasa) baginya. Dan, barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka ia wajib qodho (mengganti) puasa”.

Hadits tersebut bersumber dari Hadits Riwayat (HR) Al-Hakim di dalam Al-Mustadrok No. 1.597 dari Abu Hurairah. Al-Hakim berkata, “Hadits ini shohih sesuai dengan syarat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Namun, keduanya tidak mengeluarkannya (di dalam Kitab Ash-Shohih, pent).

Jadi, ketika Anda sedang hamil dan ingin tetap melakukan puasa Ramadan tanpa harus mengalami morning sickness yang memicu muntah, pastikan untuk menjauhi apapun itu yang bisa memicu Anda merasa mual apalagi sampai muntah. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY