Apakah Bisa Hamil Wanita yang Sudah Disterilisasi dan Rekanalisasi?

www.verywell.com

Dok, Saya ibu 36 tahun dengan 3 orang anak telah melakukan sterilisasi. Apakah saya bisa menyambung saluran telur? Apakah bisa hamil kembali?

Jawaban :

“Ibu Lisa (sahabat sehat) yang baik,

Seorang Ibu yang sudah melakukan sterilisasi (atau dikenal juga sebagai tubektomi) artinya ia telah melakukan metode kontrasepsi secara operatif untuk mencegah kehamilan dengan menutup/memutus saluran tuba falopii secara permanen. Memang sebaiknya seorang wanita dan keluarga mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Pilihan ini dipengaruhi oleh jumlah anak, usia ibu, dan riwayat operasi sesar sebelumnya.

Dr. Prima Progestian, SpOG dalam perbincangan dengan SehatFresh di Jakarta menjelaskan,“Kehamilan dapat dicapai melalui 2 cara yaitu (1) dilakukan program bayi tabung, (2) dilakukan proses penyambungan kembali saluran tuba atau rekanalisasi tuba dan diharapkan akan terjadi kehamilan secara alami nantinya.”

Jika dilakukan bayi tabung, ibu dapat berkonsultasi langsung ke klinik yang melayani program bayi tabung. Tingkat keberhasilan program bayi tabung dipengaruhi oleh usia ibu. Semakin tua seorang ibu maka kemungkinan hamil semakin berkurang.

Jika ingin dilakukan rekanalisasi tuba ada beberapa faktor yang berpengaruh, antara lain usia ibu, teknik operasi yang digunakan untuk sterilisasi dan panjang saluran tuba yang tersisa. “Peluang keberhasilan rekanalisasi dan kehamilan sekitar 45% apabila sterilisasi menggunakan teknik elektrocauter, 50% dengan teknik dipotong dan diikat, dan 75% apabila dahulu menggunakan cincin dengan laparoskopi,” tutur dr. Prima.

Faktor lain guna keberhasilan kehamilan adalah usia pasien dan panjang tuba yang tersisa. Apabila pasien berusia di bawah 37 tahun atau panjang tuba lebih dari 4 cm, masih bisa dilakukan penyambungan (anastomosis) dengan keberhasilannya cukup tinggi. Dr. Prima menyarankan, apabila panjang tuba kurang dari 4 cm sebaiknya tidak dilakukan anastomosis. Namun perlu diingat bahwa adanya risiko terjadinya kegagalan dalam proses penyambungan atau dapat juga terjadi kehamilan di luar kandungan yang terjadi pada tempat sambungan tuba tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY