Apakah Gangguan Anosmia Dapat Disembuhkan?

0
2
www.sehatfresh.om

SehatFresh.com – Anosmia berasal dari bahasa Yunani “an” (tanpa) dan “osme” (bau atau aroma), yang artinya suatu gangguan pada indra penciuman yang ditandai dengan ketidakmampuan mendeteksi bau. Gangguan ini dapat bersifat sementara (misal: pada anosmia sebagai gejala dari ISPA), tetapi ada juga yang bersifat permanen (pada anosmia kongenital dan anosmia traumatik). Anosmia menyebabkan penurunan kualitas hidup karena seorang penderita anosmia cenderung kehilangan nafsu makan, mengalami depresi, dan bahkan kesulitan mengidentifikasi hal-hal yang berbahaya (asap karena kebakaran, makanan busuk, dll).

Bagaimana mengobati anosmia?

Untuk mengobati anosmia, Anda perlu mengetahui penyebab gangguan ini karena penatalaksanaannya sangat bergantung pada kausa gangguan.

Pada anosmia yang disebabkan infeksi saluran nafas atas (ISPA), gangguan ini akan reda seiring dengan proses penyembuhan ISPA. Pada anosmia yang disebabkan oleh polip hidung atau anomali septum hidung, tindakan bedah merupakan pilihan untuk mengembalikan fungsi olfaktori.

Penggunaan obat tertentu juga dapat menimbulkan anosmia sebagai efek samping. Jika Anda mengalami anosmia setelah mengonsumsi obat tertentu, Anda dapat segera berkonsultasi kembali dengan dokter untuk penggantian medikasi. Beberapa obat golongan narkotika juga bisa menyebabkan gangguan ini, seperti Cocaine dan Amphetamine. Solusi terbaik pada kasus ini adalah dengan menghentikan penggunaan narkotika dan mengikuti terapi rehabilitasi. Merokok dan penyalahgunaan minuman beralkohol juga dapat mengganggu indra penciuman. Menghentikan kebiasaan buruk ini dapat membantu meredakan gejala anosmia.

Anosmia juga dapat terjadi karena trauma pada kepala, tumor pada kepala atau organ pernapasan, komplikasi dari tindakan bedah, atau efek pasca redioterapi kepala-leher. Pada kasus-kasus ini, diperlukan konsultasi dan perawatan terintegrasi dengan dokter spesialis terkait. Anosmia juga bisa merupakan manifestasi dari penyakit lain seperti stroke, Parkinson’s disease, Cushing’s syndrome, Alzheimer’s disease. Penatalaksanaan anosmia pada kasus yang demikian memerlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani penyakit lain tersebut.

Tidak semua kasus anosmia dapat disembuhkan. Anosmia dapat terjadi sebagai bagian dari proses penuaan, seiring dengan menurunnya fungsi organ-organ dalam tubuh. Sebagian orang mengalami anosmia kongenital, yaitu gangguan pada indra penciuman yang terjadi sejak lahir dikarenakan kecacatan genetik.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, penderita anosmia permanen masih dapat mengambil langkah antisipasi untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

  • Memasang alarm tanda kebakaran di sudut-sudut rumah.
  • Membaca dengan seksama komposisi dari produk-produk kebersihan sebelum membelinya untuk mengetahui bahan kimia berbahaya apa yang terkandung di dalamnya.
  • Memperhatikan dan memberi tanda pada tanggal masa berlaku produk makanan, dan segera membuang makanan yang telah kadaluarsa.
  • Beralih dari perangkat gas ke perangkat elektrik, misal: kompor elektrik.
  • Mencatat nomor telepon penting (kantor polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, dll) agar memudahkan jika terjadi kondisi darurat.

Selain poin-poin yang tertera di atas, jika Anda memiliki rekan atau keluarga yang mengalami anosmia permanen, dukungan Anda sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan rasa percaya diri pasien. (MHW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY