Apakah Merokok Menyebabkan Gejala Edema?

SehatFresh.com – Salah satu dampak buruk merokok yang kurang begitu populer adalah edema. Edema atau retensi air, terjadi ketika cairan berlebih terperangkap dalam jaringan tubuh. Merokok bukanlah penyebab langsung dari terjadinya edema. Namun, kondisi medis yang menyebabkan edema dapat langsung berhubungan dengan merokok.

Gejala-gejala edema paling sering terlihat pada ekstremitas tubuh, termasuk tungkai, kaki, pergelangan kaki, tangan dan lengan. Namun, daerah perut juga merupakan lokasi umum terjadinya edema. Mayo Clinic menambahkan, jika lesung pipi tidak segera ke bentuk semula setelah ditekan selama beberapa detik, ini juga merupakan gejala edema.

Peningkatan tekanan atau trauma kapiler dapat menyebabkan kebocoran di dalam tubuh. Begitu kebocoran ini mencapai jaringan, maka dapat terjadi pembengkakan. Penyakit paru-paru kronis yang kebanyakan memang disebabkan oleh merokok, menyebabkan edema karena peningkatan tekanan kapiler dari jantung ke paru-paru. Penyebab lain dari edema adalah gagal jantung kongestif dan penyakit ginjal. Menurut American Heart Association, gagal jantung memengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang natrium dan air.

Edema paru

Edema paru adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gejala sulit bernapas akibat penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli). Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba maupun berkembang perlahan. Penyebab paling umum dari edema paru adalah gagal jantung kongestif, yang ditandai oleh jantung tidak lagi mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Paru-paru bertanggung jawab untuk mengambil oksigen dari udara yang dhirup dan menempatkan oksigen ke dalam aliran darah. Jika terisi cairan, paru-paru bisa tidak benar melakukan tugas itu. Dalam kasus edema paru, paru-paru tidak dapat menempatkan oksigen ke dalam aliran darah, sehingga tubuh kekurangan oksigen. Pada kasus edema paru kronis, sesak napas akan lebih terasa ketika sedang melakukan aktivitas fisik. Jika sering mengalami ini terutama gejala semakin memburuk, lebih baik segera diperiksakan agar diketahui penyebab pastinya. Pada edema paru akut, gejala sesak napas menyerang secara tiba-tiba. Menurut Mayo Clinic, edema paru isa berbahaya. Jika Anda memiliki gejala seperti sesak napas, kesulitan bernapas atau nyeri dada, segera cari bantuan medis.

Untuk mencegah edema, penting untuk menjaga asupan natrium dari pola makan sehari-hari dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, yang dapat menyebabkan tubuh menahan natrium yang seharusnya dibuang. Jika Anda seorang perokok, segera berhenti merokok. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, 90 persen kematian akibat penyakit paru-paru kronis disebabkan oleh merokok. Merokok juga meningkatkan risiko gagal jantung dan kerusakan ginjal. Semua masalah ini secara langsung berkaitan dengan edema.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY