Apakah Penderita HIV atau AIDS Bisa Menjalankan Puasa?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Virus imunodifisiensi manusia atau Human Immunodeficiency Virus  (HIV) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.

Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina dan ASI.

Bagaimana dengan para penderita HIV/AIDS alias ODHA, apakah ODHA boleh berpuasa? Seorang ODHA bisa berpuasa, namun terlebih dahulu harus berkonsultasi dengan seorang dokter. Disamping itu kondisi tubuh merupakan aspek lain yang harus diperhatikan, karena ini merupakan faktor penentu bagi seorang ODHA mampu berpuasa atau tidak.

Setidaknya ada dua syarat utama yang mesti dipenuhi ODHA sebelum memutuskan berpuasa yakni tetap mengonsumsi obat ARV secara teratur untuk menjaga imunitas dan tidak mengalami infeksi penyakit. ODHA dimungkinkan memiliki infeksi seperti tuberkulosis, diare, mual, hingga muntah hebat. Jika gejala infeksi muncul sebaiknya menunda untuk berpuasa.

Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu, misalnya ODHA, nilai CD4 semakin lama akan semakin menurun. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita akan dengan mudah masuk ke tubuh sehingga bisa menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. Seorang ODHA dianjurkan untuk mengonsumsi ARV jika CD4-nya di bawah 350. CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Sama dengan waktu di luar bulan Ramadan, ODHA harus mengonsumsi ARV secara rutin selama Ramadhan agar tubuh tidak mengalami diare, mual, muntah serta terinfeksi virus aktif seperti tuberkulosis, tokso dan pneumonia.

Mengonsumsi ARV memang harus rutin dan tepat waktu, namun selama puasa tidak ada masalah memundurkan atau memajukan waktu meminum ARV. Bagi ODHA, mereka bisa melakukan perubahan waktu minum obat ARV satu sampai dua minggu sebelum puasa tiba secara perlahan. Konsumsi ARV ini ada yang sehari hanya satu kali, ada juga yang dua kali dalam sehari. ARV yang dikonsumsi sehari sekali bisa diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan ARV yang diminum dua kali sehari mempunyai jeda waktu 12 jam. Selama puasa obat ARV ini bisa dikonsumsi saat berbuka dan sahur.

Selama berpuasa, para ODHA juga sangat dianjurkan untuk memperhatikan asupan makan yang bergizi saat berbuka dan sahur agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang nantinya akan berdampak buruk bagi kondisi tubuh. Sedangkan untuk aktivitas di bulan puasa yang sebaiknya dijalankan bagi ODHA, sebenarnya tidak berbeda dengan orang biasa. Hanya saja, harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing ODHA. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here