Arteritis Sel Raksasa

Definisi
Arteritis sel raksasa adalah peradangan pada lapisan arteri – pembuluh darah yang membawa darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini paling sering memengaruhi arteri di kepala, terutama di pelipis. Untuk alasan ini, arteritis sel raksasa kadang-kadang disebut arteritis temporalis atau arteritis kranial.

Arteritits sel raksasa biasanya menyebabkan sakit kepala, nyeri rahang, dan penglihatan kabur atau ganda. Selain itu, pada beberapa kasus arteritis sel raksasa juga bisa menimbulkan komplikasi serius, yakni kebutaan dan stroke.

Pengobatan yang tepat sangatlah penting untuk mencegah kerusakan jaringan permanen dan kehilangan penglihatan yang diakibatkan kondisi ini. Obat kortikosteroid biasanya digunakan untuk meredakan gejala arteritis sel raksasa dan dapat mencegah hilangnya penglihatan. Penderita akan mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari memulai pengobatan.

Gejala
Gejala arteritis sel raksasa yang paling umum adalah sakit kepala dan nyeri, biasanya cukup parah – di kedua pelipis. Namun, pada beberapa orang, rasa sakit hanya muncul di satu pelipis atau di depan kepala.
Tanda dan gejala arteritis sel raksasa bervariasi. Pada sebagian orang, kondisi awalnya terasa seperti flu – disertai dengan kekakuan otot dan nyeri (mialgia) sekitar bahu dan pinggul, demam dan kelelahan, serta sakit kepala.

Umumnya, tanda-tanda dan gejala arteritis sel raksasa meliputi:
• Sakit kepala hebat dan nyeri persisten, biasanya di daerah pelipis
• Hilangnya penglihatan atau penglihatan ganda
• Kulit kepala bengkak – menyisir rambut atau bahkan untuk meletakkan kepala di atas bantal akan terasa sakit, terutama di tempat di mana arteri meradang
• Nyeri rahang (rahang klaudikasio) ketika Anda mengunyah atau membuka mulut lebar-lebar
• Kehilangan penglihatan mendadak yang bersifat permanen di satu mata
• Demam
• Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Nyeri dan kekakuan pada leher, bahu atau pinggul adalah gejala umum dari gangguan terkait, yaitu polymyalgia rheumatica. Sekitar separuh orang dengan arteritis sel raksasa juga menderita polymyalgia rheumatica.

Kapan harus ke dokter
Jika mengalami sakit kepala persisten atau salah satu gejala yang disebutkan di atas, segera bawa ke dokter. Jika Anda didiagnosis dengan arteritis sel raksasa, memulai pengobatan sesegera mungkin biasanya dapat membantu mencegah kebutaan.

Penyebab
Arteri adalah kantung lentur dengan dinding yang tebal dan elastis. Darah beroksigen meninggalkan jantung melalui arteri utama tubuh, yakni aorta. Aorta kemudian membagi suplai darah ini ke arteri yang lebih kecil yang akan bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh, termasuk otak dan organ internal. Apabila seseorang mengidap arteritis sel raksasa, beberapa arteri ini mengalami peradangan sehingga menyebabkan arteri membengkak dan terkadang disertai dengan penurunan aliran darah. Penyebab peradangan pada arteri ini tidak diketahui.

Meskipun hampir semua arteri besar atau menengah dapat terkena arteritis, namun kondisi ini paling sering ditemukan di arteri temporal di dalam kepala, yang terletak tepat di depan telinga dan menyebar hingga ke kulit kepala. Dalam beberapa kasus, pembengkakan hanya mempengaruhi bagian dari arteri dengan ruang normal sebagai pemisah.

Faktor Risiko
Meskipun penyebab pasti dari arteritis ini tidak diketahui, beberapa faktor berikut diketahui dapat meningkatkan risikonya, meliputi:
• Usia. Arteritis sel raksasa cenderung hanya menyerang kelompok usia tua secara eksklusif – usia rata-rata saat onset penyakit adalah 70 tahun, dan jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun.
• Jenis kelamin. Wanita dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan arteritis sel raksasa.
• Keturunan Eropa Utara – terutama Skandinavia. Meskipun arteritis sel raksasa dapat menyerang siapa saja, orang yang lahir di negara-negara Eropa Utara tampaknya memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena arteritis sel raksasa, terutama mereka yang berasal dari Skandinavia.
• Polimialgia rheumatika. Orang dengan polymyalgia rheumatika merasakan kekakuan dan nyeri di leher, bahu, dan pinggul. Sekitar 15 persen orang dengan polymyalgia rheumatica juga menderita arteritis sel raksasa.

Komplikasi
Arteritis sel raksasa dapat menyebabkan komplikasi berikut:
• Kebutaan. Ini adalah komplikasi arteritis sel raksasa yang paling serius. Pembengkakan yang terjadi karena arteritis dapat mempersempit pembuluh darah, mengurangi jumlah asupan darah yang berisi oksigen dan nutrisi penting yang mencapai jaringan tubuh. Kurangnya aliran darah ke mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan biasanya tidak disertai rasa sakit, pada beberapa kasus. Namun, kebutaan ini biasanya permanen.
• Aneurisma aorta. Menderita arteritis sel raksasa meningkatkan risiko seseorang mengembangkan aneurisma. Aneurisma merupakan tonjolan yang terbentuk di pembuluh darah yang melemah, biasanya pada aorta, arteri besar yang membentang di tengah-tengah dada dan perut. Aneurisma aorta adalah kondisi serius karena bisa pecah dan menyebabkan perdarahan internal yang mengancam keselamatan jiwa. Kondisi dapat terjadi bahkan bertahun-tahun setelah diagnosis awal arteritis sel raksasa, untuk itu dokter dapat memantau kesehatan aorta Anda dengan dada sinar-X dada setiap tahunnya atau dengan tes pencitraan lain, seperti USG, CT scan atau MRI.
• Stroke. Dalam beberapa kasus, gumpalan darah dapat terbentuk dalam arteri yang terkena, menghalangi aliran darah, merampas oksigen dan nutrisi yang seharusnya diperlukan oleh otak, sehingga akhirnya menyebabkan stroke. Stroke akibat arteritis sel raksasa jarang terjadi.

Persiapan Sebelum ke Dokter
Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala arteritis sel raksasa, mulailah perawatan Anda dengan menemui dokter perawatan primer. Dalam beberapa kasus, dokter kemunginan akan merujuk Anda ke spesialis mata (ophthalmologist) jika Anda mengalami gejala-gejala visual, otak dan sistem saraf spesialis (ahli saraf) jika Anda mengalami sakit kepala, atau spesialis gabungan (rheumatologist) jika Anda mengalami gejala polymyalgia rheumatica.

Karena waktu konsultasi terbatas sedangkan hal yang perlu dibahas cukup banyak, Anda disarankan untuk mempersiapkan diri sebelum konsultasi. Berikut beberapa informasi yang dapat membantu Anda melakukan persiapan konsultasi dengan baik.

Apa yang dapat Anda lakukan
• Waspadai setiap pembatasan pra-janji. Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan di muka. Untuk beberapa tes yang diperlukan untuk mendiagnosis arteritis sel raksasa, Anda mungkin perlu mengikuti petunjuk khusus sebelum pemeriksaan.
• Tuliskan gejala yang Anda alami, termasuk yang mungkin tampak tidak berhubungan dengan alasan Anda menjadwalkan janji.
• Tuliskan informasi pribadi kunci Anda, termasuk stres berat atau perubahan dalam kehidupan Anda baru-baru ini.
• Buatlah daftar semua obat-obatan, vitamin atau suplemen yang Anda ambil, lengkap dengan informasi dosis masing-masingnya.
• Ajaklah seorang anggota keluarga atau teman bersama Anda. Kadang-kadang bisa sulit untuk mengingat semua informasi yang diberikan kepada Anda selama konsultasi. Seseorang yang menemani Anda bisa membantu Anda mengingat semua informasi tersebut.
• Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada dokter.

Mempersiapkan daftar pertanyaan dapat membantu Anda memanfaatkan waktu konsultasi seefektif mungkin sehingga tidak ada poin penting yang terlewatkan. Untuk arteritis sel raksasa, berikut beberapa pertanyaan dasar yang perlu Anda sertakan dalam daftar Anda.
• Apa penyebab paling mungkin dari gejala saya?
• Apakah ada kemungkinan penyebab lain?
• Apa jenis tes yang saya perlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis? Apakah tes ini memerlukan persiapan khusus?
• Apa pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengobati kondisi saya?
• Apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan?
• Berapa lama saya harus menjalani pengobatan, dan bagaimana prognosis jangka panjang saya?
• Apakah arteritis sel raksasa bisa kambuh kembali?
• Saya memiliki kondisi kesehatan lainnya. Bagaimana cara terbaik mengelola kondisi tersebut bersama-sama?
• Apakah saya perlu mengubah diet saya? Apakah saya perlu mengambil suplemen tertentu?
• Apakah ada brosur atau bahan cetak lainnya yang dapat saya bawa pulang? Website apa yang Anda rekomendasikan?

Selain pertanyaan-pertanyaan yang telah Anda siapkan, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan tambahan selama konsultasi.

Apa yang bisa Anda harapkan dari dokter
Dokter mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan. Mempersiapkan diri sebelumnya bisa menghemat waktu Anda sehingga Anda bisa menyisihkan sebagiannya untuk membahas poin penting lainnya dengan dokter. Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan dokter.
• Kapan Anda pertama kali mulai mengalami gejala?
• Apakah gejala tersebut Anda rasakan terus-menerus atau hanya sesekali?
• Seberapa parah gejala Anda?
• Apakah ada faktor yang tampaknya bisa memperbaiki gejala Anda?
• Apakah ada faktor yang tampaknya memperburuk gejala Anda?

Apa yang dapat Anda lakukan untuk sementara
Tanyakan kepada dokter Anda apakah mengambil pereda nyeri seperti acetaminophen (Tylenol, dan lain-lain), ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain) atau naproxen (Aleve) bisa membantu meringankan sakit kepala atau nyeri.

Tes dan Diagnosis
Arteritis sel raksasa akan sulit untuk didiagnosis karena gejala awalnya mirip dengan kebanyakan masalah medis umum lainnya. Untuk alasan ini, dokter akan mencoba untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari masalah Anda.

Untuk membantu mendiagnosa arteritis sel raksasa, Anda mungkin harus menjalani beberapa tes berikut.
• Pemeriksaan fisik. Selain meninjau riwayat gejala dan kondisi medis Anda, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dan pemeriksaan khusus pada arteri temporalis. Biasanya, salah satu atau kedua arteri ini akan terasa bengkak dengan denyut yang berkurang dan, terasa dan tampak seperti kabel keras.
• Tes darah. Jika dokter menduga bahwa Anda mengidap arteritis sel raksasa, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan tes darah guna memeriksa laju endap darah – sering disebut dengan level sed. Tes ini mengukur seberapa cepat sel-sel darah merah mengalir ke dalam kantung darah. Sel darah merah yang mengalir atau jatuh dengan cepat dapat menjadi indikasi peradangan dalam tubuh.
Anda mungkin juga harus menjalani tes C-reaktif guna mengukur kadar protein C-reaktif (CRP), zat yang dihasilkan hati saat terjadi peradangan. Tes yang sama dapat digunakan untuk mengecek kemajuan pengobatan Anda.
• Biopsi. Cara terbaik untuk memastikan diagnosis arteritis sel raksasa adalah dengan mengambil contoh kecil (biopsi) dari arteri temporal. Karena peradangan mungkin tidak terjadi pada semua bagian dari arteri, lebih dari satu sampel mungkin diperlukan. Prosedur ini dilakukan pada pasien rawat jalan di bawah pengaruh anestesi lokal, biasanya tes ini menimbulkan sedikit ketidaknyamanan atau jaringan parut. Sampel diperiksa dengan mikroskop di laboratorium.

Jika Anda memiliki arteritis sel raksasa, arteri akan seringkali menunjukkan peradangan yang tampak seperti sel besar yang tidak normal, yang disebut sel-sel raksasa, sesuai dengan nama penyakitnya. Sayangnya, biopsi ini tidak mudah. Walaupun seseorang megidap arteritis sel raksasa, hasil biopsi bisa saja negatif. Jika hasilnya tidak jelas, dokter mungkin akan menyarankan biopsi arteri temporalis lanjutan pada sisi lain kepala.

Meskipun biopsi arteri temporal merupakan tes standar untuk mendiagnosis arteritis sel raksasa, tes pencitraan juga dapat digunakan untuk mendiagnosis arteritis sel raksasa dan memantau pengobatan. Tes pencitraan yang bisa digunakan termasuk:
• Magnetic Resonance Angiography (MRA). Tes ini menggabungkan penggunaan magnetic resonance imaging (MRI) dengan menggunakan bahan kontras yang menghasilkan gambar rinci pembuluh darah. Beri tahu dokter sebelumnya jika Anda tidak nyaman berada di ruang kecil karena tes ini dilakukan dalam mesin berbentuk tabung.
• Doppler ultrasound. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar darah yang mengalir melalui pembuluh darah.
• Positron Emission Tomography (PET). Tes ini menggunakan larutan pelacak intravena yang mengandung sejumlah kecil bahan radioaktif, scan PET dapat menghasilkan gambar rinci pembuluh darah dan menyorot daerah peradangan.

Perawatan dan Obat-obatan
Arteritis sel raksasa bisa diobati dengan kortikosteroid berdosis tinggi seperti prednisone. Karena pengobatan segera diperlukan untuk mencegah kehilangan penglihatan, dokter kemungkinan akan memulai pengobatan bahkan sebelum hasil biopsi keluar.

Kondisi Anda akan mulai membaik hanya dalam beberapa hari, tetapi Anda mungkin perlu meminum obat kortikosteroid ini selama satu sampai dua tahun atau lebih. Setelah satu bulan pertama, dokter secara bertahap akan mulai menurunkan dosis sampai Anda mencapai dosis terendah yang diperlukan untuk mengendalikan peradangan yang diukur dengan tingkat CRP dan tes sed. Beberapa gejala dapat kembali selama periode pengobatan ini.

Apa itu kortikosteroid?
Kortikosteroid adalah obat anti-inflamasi kuat yang efeknya menyerupai efek hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat-obatan efektif mengurangi rasa sakit, namun penggunaan jangka panjang – terutama pada dosis tinggi – dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang serius.

Orang dewasa yang lebih tua, yang paling mungkin mengidap arteritis sel raksasa, sangat beresiko mengalami efek samping karena mereka lebih rentan terhadap kondisi tertentu yang juga dapat disebabkan oleh kortikosteroid. Ini termasuk:
• Osteoporosis
• Tekanan darah tinggi
• Kelemahan otot
• Glaukoma
• Katarak

Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan oleh terapi kortikosteroid meliputi:
• Berat badan bertambah
• Peningkatan kadar gula darah, kadang-kadang menyebabkan diabetes
• Penipisan kulit dan meningkatnya memar
• Sistem kekebalan tubuh lemah, yang menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi dan menunda penyembuhan ketika sakit

Untuk mengatasi potensi efek samping kortikosteroid, dokter kemungkinan akan memantau kepadatan tulang dan mungkin meresepkan kalsium dan suplemen vitamin D atau obat lain untuk membantu mencegah pengeroposan tulang. Dokter juga akan memonitor tekanan darah dan merekomendasikan program olahraga, perubahan diet dan obat-obatan untuk menjaga tekanan darah dalam rentangan normal. Kebanyakan efek samping akan hilang ketika pengobatan kortikosteroid dihentikan.

Tanyakan kepada dokter Anda mengenai konsumsi aspirin antara 81 dan 100 miligram setiap harinya (terapi anti-platelet). Jika diminum setiap hari, aspirin dapat mengurangi risiko kebutaan dan stroke.

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumah
Ketika arteritis sel raksasa didiagnosis dan diobati dini, prognosis biasanya bagus. Gejala Anda berangsur membaik adengan cepat setelah memulai pengobatan dengan kortikosteroid, dan penglihatan Anda mungkin tidak akan terpengaruh. Tantangan terbesar Anda dalam hal ini adalah mengatasi efek samping dari obat.

Saran-saran berikut mungkin dapat membantu:
• Makan makanan yang sehat. Makan makanan sehat dapat membantu mencegah masalah potensial, seperti tulang menipis, tekanan darah tinggi dan diabetes. Perbanyak konsumsi buah-buahan segar dan sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak dan ikan, serta batasi garam, gula dan alkohol. Pastikan untuk menkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Para ahli merekomendasikan antara 1.000 dan 1.200 miligram kalsium dan 800 internasional unit (IU) vitamin D per hari. Konsultasikan dosis yang tepat bagi Anda dengan dokter.
• Berolahraga secara teratur. Latihan aerobik yang teratur, seperti berjalan, dapat membantu mencegah tulang keropos, tekanan darah tinggi dan diabetes. Hal ini juga menguntungkan jantung dan paru-paru. Selain itu, banyak orang menemukan bahwa olahraga meningkatkan mood dan perasaan sejahtera seseorang secara keseluruhan. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, mulailah perlahan-lahan dan bangun kebiasaan ini secara bertahap, setidaknya 30 menit setiap hari. Dokter dapat membantu Anda merencanakan program olahraga yang tepat untuk Anda.

Penanganan dan Dukungan
Pelajari segala hal mengenai arteritis sel raksasa dan pengobatannya dapat membantu Anda mengendalikan kondisi Anda. Tim perawatan kesehatan bisa Anda ajak diskusi mengenai apapun yang terkait dengan kondisi Anda, dan kelompok dukungan online juga bisa membantu. Ketahui kemungkinan efek samping dari setiap obat yang Anda ambil, dan laporkan setiap perubahan terkait kondisi kesehatan Anda dengan dokter.