Arthritis Dan Kehamilan

SehatFresh.com – Arthritis adalah peradangan pada sendi dalam satu atau lebih area tubuh. Ada ratusan jenis arthritis, dua yang paling umum adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis disebabkan oleh keausan normal sepanjang hidup. Sedangkan rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh. Arthritis berpotensi memengaruhi kehamilan pada setiap tahap kehamilan, mulai dari konsepsi hingga beberapa minggu setelah kelahiran.

Oleh karenanya, bagi calon ibu yang memiliki arthritis, keputusan untuk memulai program kehamilan membutuhkan pertimbangan tambahan. Dapatkah tubuh ibu menahan tekanan kehamilan dan persalinan? Apakah penyakit akan membawa dampak negatif pada bayi? Amankah obat-obatan yang digunakan?

Terlepas dari bentuk arthritis yang Anda miliki, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati arthritis bisa memengaruhi kehamilan dan perkembangan janin dalam kandungan. Ketika calon ibu mengalami kelelahan, stres tambahan kehamilan dapat membuatnya lebih buruk. Ketika mengalami sakit punggung, perut yang semakin besar dapat memperburuk kondisi, dan peningkatan berat badan akan menempatkan lebih banyak tekanan pada sendi.

Karena arthritis bisa memengaruhi sendi di seluruh tubuh, beban tambahan kehamilan dapat meningkatkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Ini mungkin sangat terasa pada lutut. Tekanan pada tulang belakang juga dapat menyebabkan kejang otot atau mati rasa di kaki. Menurut Mayo Clinic, beberapa kondisi kesehatan termasuk rheumatoid arthritis meningkatkan risiko preeklamsia. Preeklamsia adalah suatu kondisi di mana seorang wanita hamil mengembangkan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein. Ini adalah kondisi serius yang mengancam jiwa ibu dan bayi.

Para ahli yang telah mempelajari arthritis selama kehamilan dan kehamilan selama arthritis, telah menemukan beberapa masalah umum yang menyertai wanita hamil, berkaitan dengan bentuk-bentuk tertentu dari arthritis, penyakit terkait dan tahapan tertentu pada kehamilan. Kabar baiknya, para ahli mengatakan bahwa jika kondisi ini dikelola dengan baik, kebanyakan wanita dengan arthritis masih berpeluang besar memiliki kehamilan yang sehat. Beberapa wanita mengalami gejala arthritis yang semakin memburuk selama kehamilan, tapi banyak wanita juga melaporkan gejala mereka membaik selama dan setelah kehamilan.

Berkonsultasilah dengan dokter segera setelah berencana untuk memulai program kehamilan. Dokter akan membantu memutuskan rencana pengobatan yang meliputi pengendalian gejala arthritis dan keamanan obat-obatan bagi bayi. Pastikan untuk menyebutkan semua obat-obatan dan suplemen yang Anda konsumsi. Ada yang aman untuk terus digunakan, tetapi ada juga yang dapat membahayakan bayi. Dokter mungkin akan memberi alternatif obat atau mengubah dosis sampai setelah bayi lahir.

Sumber gambar : bunda-hamil.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY