Asma

Asma merupakan suatu kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak sehingga menghasilkan lendir tambahan. Hal ini menyebabkan kesulitan bernapas dan memicu batuk, mengi dan sesak napas. Umumnya asma hanyalah gangguan kecil, tapi bagi beberapa orang, asma merupakan masalah besar yang mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan reaksi yang mengancam jiwa. Asma tidak bisa diobati, tapi tanda dan gejalanya bisa dikendalikan. Karena asma sering berubah dari waktu ke waktu, Anda dianjurkan untuk bekerja sama dengan dokter dalam melacak tanda dan gejala dan menyesuaikan pengobatan yang diperlukan.
Gejala
Gejala asma yang timbul berbeda-beda pada setiap orang, ada yang ringan dan ada yang parah. Gejala asma bisa saja terjadi sepanjang waktu dan ada yang terjadi hanya pada waktu tertentu saja seperti saat berolahraga.
Tanda dan gejala asma umum antara lain:
• Kesulitan bernapas
• Dada sesak
• Susah tidur karena sulit bernapas, batuk dan mengi
• Adanya suara bersiul atau mengi saat bernapas
• Batuk atau mengi yang diperburuk oleh virus pernapasan, seperti pilek atau flu
Jika serangan asma parah, Anda mungkin mengalami:
• Tanda dan gejala asma yang lebih sering
• Semakin sulit bernapas (diukur dengan peak flow meter, perangkat yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik paru-paru Anda bekerja)
• Perlunya menggunakan inhaler lebih sering
Bagi beberapa orang, gejala asma dapat kambuh pada situasi tertentu seperti:
• Asma karena olahraga, yang dapat memburuk ketika udara dingin dan kering
• Asma karena kerja, yang dipicu oleh iritasi di tempat kerja seperti uap kimia, gas atau debu
• Asma karena alergi, yang dipicu oleh alergen tertentu, seperti bulu hewan peliharaan, kecoa atau serbuk sari
Pertolongan medis darurat
Serangan asma yang parah dapat mengancam jiwa. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika gejala memburuk. Gejala kondisi darurat asma meliputi:
• Sesak napas atau mengi yang memburuk dengan cepat
• Kondisi tidak mengalami kemajuan bahkan setelah menggunakan inhaler albuterol
• Sesak napas ketika Anda melakukan aktivitas fisik ringan
Segera hubungi dokter jika:
• Anda pikir Anda memiliki asma: Jika Anda mengalami batuk atau mengi dan gejala asma lainnya yang berlangsung lebih dari beberapa hari, maka Anda dinjurkan untuk segera menemui dokter. Pengobatan segera dapat mencegah kerusakan paru-paru jangka panjang dan membantu menjaga kondisi agar tidak semakin parah.
• Memantau asma Anda setelah diagnosis: Jika Anda tahu Anda memiliki asma, kontrol jangka panjang membantu Anda merasa lebih baik setiap hari dan dapat mencegah serangan asma yang mengancam jiwa.
• Gejala asma semakin parah: Segera hubungi dokter jika obat-obatan yang diresepkan tidak dapat meringankan gejala. Jangan pernah memakai obat-obatan lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Penggunaan obat asma berlebih dapat menyebabkan efek samping yang membuat asma semakin parah.
• Mengkaji pengobatan Anda: Asma sering berubah dari waktu ke waktu. Berkonsultasilah dengan dokter secara teratur untuk mendiskusikan gejala dan membuat penyesuaian pengobatan yang diperlukan.
Penyebab
Tidak jelas mengapa beberapa orang memiliki asma sedangkan yang lain tidak. Paparan berbagai zat yang memicu alergi (alergen) dan iritan dapat memicu tanda dan gejala asma. Pemicu gejala asma meliputi:
• Alergen udara, seperti serbuk sari, bulu binatang, jamur, kecoa dan tungau debu
• Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek biasa
• Aktifitas fisik (olahraga)
• Udara dingin
• Polusi udara dan iritan, seperti asap
• Obat-obat tertentu, seperti beta blocker, aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB) dan naproxen (Aleve)
• Emosi yang kuat dan stres
• Sulfit dan pengawet yang ditambahkan ke beberapa jenis makanan dan minuman, seperti udang, buah kering, kentang olahan, bir dan anggur
• Gastroesophageal reflux disease (GERD), suatu kondisi di mana asam lambung kembali ke tenggorokan Anda
• Siklus menstruasi pada beberapa wanita
Faktor resiko
• Memiliki riwayat keluarga asma
• Memiliki kondisi alergi lain, seperti dermatitis atopik atau alergi rhinitis
• Kelebihan berat badan
• Menjadi perokok
• Paparan asap rokok
• Memiliki seorang ibu yang merokok saat hamil
• Paparan asap knalpot atau polusi lainnya
• Paparan di tempat kerja seperti bahan kimia yang digunakan dalam pertanian, tata rambut dan manufaktur
Paparan alergen, paparan kuman atau parasit tertentu juga bisa menjadi faktor resiko asma. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apa peran mereka dalam mengembangkan asma.
Komplikasi
• Gejala yang mengganggu aktifitas
• Tidak bisa bekerja atau sekolah
• Penyempitan permanen pada saluran bronkial (remodeling saluran napas) yang mempengaruhi kelancaran pernapasan
• Sering pergi ke UGD ketika asma parah menyerang
• Efek samping dari penggunaan obat jangka panjang
Perawatan yang tepat membuat perbedaan besar dalam mencegah komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang disebabkan oleh asma.
Apa yang harus dikatakan pada dokter?
Sebelum Anda bertemu dokter, ada baiknya Anda melakukan beberapa persiapan seperti menuliskan gejala apa saja yang Anda alami, kapan gejala yang parah muncul, daftar obat yang Anda konsumsi dan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda tanyakan.
Untuk asma, beberapa pertanyaan dasar yang mungkin dapat ditanyakan antara lain:
• Apakah asma merupakan sumber dari masalah pernapasan yang saya alami?
• Apa ada kemungkinan penyebab lain?
• Tes apa saja yang saya perlukan?
• Apakah kondisi saya sifatnya sementara atau kronis?
• Apa pengobatan yang Anda rekomendasikan?
• Saya memiliki kondisi kesehatan lain, bagaimana saya harus mengelola kondisi secara bersamaan?
• Apakah ada pantangan yang harus saya jalani?
• Apa saya harus ke spesialis?
• Apakah ada alternatif generik untuk obat yang Anda resepkan?
Sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan dokter antara lain:
• Persisnya, gejala apa yang Anda alami?
• Kapan Anda mulai mengalami gejala?
• Seberapa parah gejala yang Anda alami?
• Apakah Anda sering mengalami masalah pernapasan atau hanya pada waktu dan situasi tertentu saja?
• Apakah Anda memiliki alergi, seperti dermatitis atopik atau alergi serbuk bunga?
• Apakah ada sesuatu yang membuat gejala membaik?
• Apakah keluarga Anda memiliki riwayat asma?
• Apakah Anda memiliki kondisi kesehatan kronis lainnya?
Tes dan diagnosa
Pemeriksaan fisik
Untuk mengidentifikasi penyebab lain seperti infeksi pernapasan atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan mengenai gejala dan masalah kesehatan lainnya.
Tes untuk mengukur fungsi paru-paru
Dokter juga mungkin akan melakukan tes paru (pulmonary) untuk menentukan berapa banyak udara yang masuk dan keluar saat bernapas. Tes-tes ini dapat mencakup:
• Spirometri. Tes ini menaksir penyempitan saluran bronkial dengan memeriksa berapa banyak udara yang dapat dihembuskan setelah menarik napas dalam-dalam dan seberapa cepat Anda dapat bernafas.
• Peak flow: Peak flow meter adalah perangkat sederhana yang mengukur seberapa kuat Anda bernapas. Jika pembacaan menunjukkan angka yang lebih rendah, itu bisa jadi menandakan paru-paru tidak bekerja dengan baik dan asma mulai memburuk.
Tes fungsi paru seringkali dilakukan sebelum dan setelah memakai bronkodilator seperti albuterol, untuk membuka saluran udara. Jika fungsi paru-paru membaik setelah penggunaan bronkodilator, maka kemungkinan Anda memiliki asma.
Tes tambahan
• Methacholine challenge: Metakolin merupakan salah satu pemicu asma yang apabila dihirup akan menyebabkan penyempitan ringan pada saluran pernapasan. Jika Anda bereaksi terhadap metakolin, Anda mungkin menderita asma.
• Tes oksida nitrat: Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar oksida nitrat yang ada pada napas Anda. Ketika saluran udara Anda meradang, Anda mungkin memiliki kadar oksida nitrat yang lebih tinggi dari kadar normal.
• Tes olahgambar: Tes X-ray pada dada, computerized tomography (CT) scan paru-paru dan rongga hidung (sinus) resolusi tinggi dapat mengidentifikasi kelainan struktur atau penyakit seperti infeksi yang dapat menyebabkan atau memperburuk masalah pernapasan.
• Tes alergi: Tes alergi dapat berupa tes kulit atau tes darah. Tes alergi dapat mengidentifikasi alergi terhadap hewan peliharaan, debu, jamur dan serbuk sari. Jika pemicu alergi telah diidentifikasi, dokter mungkin merekomendasikan imunoterapi alergen.
• Eosinofil sputum: Tes ini bertujuan untuk mencari sel-sel darah putih tertentu (eosinofil) dalam campuran air liur dan lendir (dahak) yang dikeluarkan pada saat batuk. Eosinofil dapat ditemukan pada saat gejala berkembang, dan akan terlihat jika diwarnai dengan zat pewarna eosin.
• Tes provokatif untuk asma yang disebabkan olahraga dan dingin: Dalam tes ini, dokter mengukur obstruksi jalan napas sebelum dan setelah Anda melakukan aktivitas fisik yang kuat atau pada saat bernapas di udara dingin.
Bagaimana asma diklasifikasi
Untuk mengklasifikasi tingkat keparahan asma, dokter akan mengacu pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan hasil pemeriksaan fisik maupun tes diagnostik. Keparahan asma sering berubah dari waktu ke waktu, sehingga membutuhkan penyesuaian pengobatan.
Asma dikelompokkan menjadi empat kategori umum:
Kelompok asma Tanda dan gejala
Mild intermittent Gejala ringan muncul hingga 2 hari seminggu dan hingga dua malam per bulan
Mild persistent Gejala muncul lebih dari 2 kali seminggu, tapi tidak lebih dari sekali dalam satu hari
Moderate persistent Gejala muncul sekali dalam sehari dan lebih dari satu malam dalam seminggu
Severe persistent Gejala muncul sepanjang hari hampir setiap hari dan sering kambuh pada malam hari

Perawatan dan pengobatan
Pencegahan dan pengendalian jangka panjang merupakan kunci mencegah serangan asma sebelum gejala kambuh. Pengobatan biasanya melibatkan pembelajaran dalam mengenali pemicu, langkah-langkah menghindari pemicu, dan pelacakan pernapasan untuk memastikan obat asma harian Anda bekerja efektif. Dalam kasus asma kambuh, Anda mungkin perlu menggunakan inhaler seperti albuterol.
Obat-obatan
Obat-obat yang tepat bagi Anda tergantung pada sejumlah hal seperti usia, gejala, pemicu dan apa yang tampaknya bekerja dengan baik untuk menjaga asma Anda terkendali. Pencegahan dan pengobatan kontrol jangka panjang dan mengurangi peradangan pada saluran pernafasan yang mengarah ke gejala. Inhaler (bronkodilator) akan membuka saluran udara yang bengkak yang membatasi pernapasan. Dalam beberapa kasus, obat alergi juga mungkin diperlukan.
Obat kendali asma jangka panjang
Obat ini merupakan dasar pengobatan asma dan biasanya diminum setiap hari. Obat ini membantu mengendalikan asma dan mengurangi resiko kambuhnya asma. Jenis obat kontrol jangka panjang meliputi:
• Kortikosteroid inhalasi: Obat ini mencakup obat anti radang seperti flutikason (Flovent HFA), budesonide (Pulmicort Flexhaler), flunisolide (Aerobid), ciclesonide (Alvesco), beklometason (Qvar) dan mometason (Asmanex). Anda mungkin perlu menggunakan obat-obatan tersebut selama beberapa hari sampai beberapa minggu sebelum manfaatnya terasa maksimal. Tidak seperti kortikosteroid oral, kortikosteroid yang dihirup memiliki efek samping ringan dan aman untuk penggunaan jangka panjang.
• Leukotriene modifiers: Obat oral ini mencakup montelukast (Singulair), zafirlukast (Accolate) dan zileuton (Zyflo) yang membantu meringankan gejala asma sampai 24 jam. Dalam kasus yang langka, obat ini telah dikaitkan dengan reaksi psikologis, seperti agitasi, agresi, halusinasi, depresi dan pemikiran ingin bunuh diri. Carilah bantuan medis darurat jika Anda mengalami reaksi yang tidak biasa setelah pemakaian obat.
• Long-acting beta agonists: Obat-obat inhalasi yang termasuk dalam keluarga obat ini meliputi salmeterol (Serevent) dan formoterol (Foradil, Perforomist) yang dapat membantu membuka saluran pernapasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat jenis ini dapat meningkatkan risiko serangan asma yang parah, sehingga disarankan Anda memakainya dengan kombinasi kortikosteroid inhalasi. Penderita asma akut tidak boleh menggunakan obat ini.
• Kombinasi inhaler: Kombinasi inhaler biasanya melibatkan obat-obatan seperti fluticasone-salmeterol (Advair Diskus), budesonide-formoterol (Symbicort) dan mometason-formoterol (Dulera) mengandung long-acting beta agonis dan kortikosteroid. Karena inhaler kombinasi ini mengandung long-acting beta agonist, obat dapat meningkatkan resiko serangan asma yang parah.
• Teofilin: Teofilin (Theo-24, Elixophyllin) adalah pil harian yang membantu menjaga saluran pernafasan tetap terbuka (bronchodilator) dengan merelaksasi otot-otot sekitar saluran pernafasan.
Obat-obatan quick-relief (rescue)
Obat-obatan quick-relief (rescue) digunakan sesuai kebutuhan untuk meredakan gejala asma jangka pendek. Jenis obat quick-relief meliputi:
• Short-acting beta agonists: Obat hirup ini dapat bekerja meringankan gejala asma dengan cepat. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah albuterol (PROair HFA, Ventolin HFA), levalbuterol (Xopenex) dan pirbuterol (MAXair). Short-acting beta agonists dapat diambil dalam bentuk inhaler genggam atau nebulizer yaitu sebuah mesin yang mengubah obat asma menjadi kabut halus, sehingga dapat dihirup melalui masker wajah atau corong.
• Ipratropium (Atrovent): Seperti bronkodilator lainnya, ipratropium bertindak cepat untuk segera melonggarkan saluran pernapasan sehingga Anda dapat bernapas lebih mudah. Ipratropium banyak digunakan untuk emfisema dan bronkitis kronis, tapi kadang-kadang digunakan untuk mengobati serangan asma.
• Kortikosteroid oral dan intravena: Obat-obatan seperti prednison dan metilprednisolon dapat membantu meredakan peradangan saluran napas yang disebabkan oleh asma berat. Obat jenis ini dapat menyebabkan efek samping yang serius bila digunakan jangka panjang.
Jika Anda memiliki asma kambuh, inhaler dapat membantu meringankan gejala dengan segera. Tetapi jika obat kontrol jangka panjang Anda bekerja dengan benar, Anda tidak perlu menggunakan inhaler dalam frekuensi yang sering.
Pengobatan alergi
Pengobatan alergi mungkin dapat membantu jika gejala asma dipicu atau diperburuk oleh alergi. Pengobatan yang biasa digunakan meliputi:
• Suntikan alergi (imunoterapi): Suntikan alergi secara bertahap dapat mengurangi reaksi sistem imun terhadap alergen tertentu. Biasanya Anda akan disuntik sekali seminggu selama beberapa bulan, kemudian sekali sebulan untuk jangka waktu tiga sampai lima tahun.
• Omalizumab (Xolair): Obat ini diberikan dalam bentuk injeksi setiap dua sampai empat minggu (untuk penderita asma berat). Obat bekerja dengan mengubah reaksi sistem imun.
• Obat-obatan alergi: Obat alergi yang biasa digunakan adalah antihistamin dan dekongestan baik dalam bentuk semprotan hidung maupun oral serta semprotan hidung kortikosteroid dan kromolin.
Bronchial thermoplasty
Bronchial thermoplasty digunakan untuk asma berat yang tidak membaik setelah penggunaan kortikosteroid inhalasi atau obat asma jangka panjang lainnya. Umumnya, selama kurun waktu tiga kali kunjungan rawat jalan, bronchial thermoplasty memanaskan bagian dalam saluran pernafasan di paru-paru dengan elektroda dan mengurangi otot halus dalam saluran pernafasan agar saluran pernapasan tidak mengencang sehingga bernapas menjadi lebih mudah dan mungkin mengurangi serangan asma.
Pendekatan bertahap
Pengobatan yang Anda jalani harus fleksibel dan berdasar pada perubahan gejala yang dinilai secara menyeluruh pada saat berkonsultasi dengan dokter sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai. Sebagai contoh, jika asma terkontrol dengan baik, dokter mungkin meresepkan obat yang lebih ringan. Jika asma tidak terkontrol dengan baik atau semakin parah, dokter mungkin akan meningkatkan dosis obat dan merekomendasikan kunjungan medis yang lebih sering.
Rencana tindakan asma
Mintalah bantuan dokter untuk untuk membuat rencana tindakan asma yang menguraikan secara tertulis kapan harus mengambil obat tertentu atau kapan Anda harus menambah atau mengurangi dosis obat. Dokter mungkin juga merekomendasikan pelacakan gejala asma dengan menggunakan peak flow meter secara teratur untuk memantau seberapa efektif pengobatan yang telah Anda jalani.
Gaya hidup dan pengobatan di rumah
Meskipun banyak penderita asma bergantung pada obat-obatan untuk mencegah dan meringankan gejala, Anda dapat melakukan beberapa hal yang dapat membantu merawat kesehatan dan mengurangi kemungkinan serangan asma.
• Gunakan AC: AC dapat mengurangi jumlah serbuk sari di udara yang berasal dari pohon, rumput dan gulma yang masuk ke dalam ruangan. AC juga menurunkan kelembaban dalam ruangan dan dapat mengurangi paparan terhadap tungau debu. Jika Anda tidak memiliki penyejuk udara, cobalah untuk menutup jendela selama musim serbuk sari.
• Dekontaminasi dekorasi: Minimalkan debu yang dapat memperburuk gejala di malam hari dengan mengganti barang-barang tertentu di kamar tidur Anda.
• Menjaga kelembaban optimal: Jika Anda tinggal di iklim lembab, berkonsultasilah dengan dokter mengenai penggunaan dehumidifier.
• Mencegah spora jamur: Area bersih yang lembab di kamar mandi, dapur dan sekitar rumah dapat menjadi tempat spora jamur berkembang.
• Kurangi bulu hewan peliharaan: Jika Anda alergi terhadap bulu, hindari hewan peliharaan yang berbulu. Rawat dan mandikan hewan peliharaan dengan teratur untuk mengurangi jumlah bulu di sekitar.
• Bersihkan rumah setidaknya satu kali dalam seminggu.
• Pakai masker wajah jika gejala asma muncul karena udara dingin atau kering.
• Olahraga teratur dapat memperkuat jantung dan paru-paru, yang membantu menghilangkan gejala asma. Jika Anda berolahraga di suhu dingin, gunakanlah masker wajah untuk menghangatkan udara yang Anda hirup.
• Kelebihan berat badan dapat memperburuk gejala asma, dan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi dari masalah kesehatan lainnya
• Makan buah dan sayur: Makan banyak buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi gejala asma. Buah dan sayur kaya akan antioksidan yang berperan meningkatkan kekebalan tubuh.
• Control heartburn and gastroesophageal reflux disease (GERD): Ada kemungkinan bahwa refluks asam yang menyebabkan mulas dapat merusak saluran pernafasan paru-paru dan memperburuk gejala asma. Jika Anda sering mengalami mulas, pergilah ke dokter agar Anda mendapatkan pengobatan yang tepat. Anda mungkin perlu pengobatan GERD sebelum gejala asma Anda membaik.
Pengobatan alternatif
Pengobatan alternatif tertentu dapat membantu meredakan gejala asma. Namun, perlu diingat bahwa pengobatan ini bukan pengganti untuk perawatan medis terutama jika Anda memiliki asma berat. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda memakai herbal atau suplemen karena beberapa herbal atau suplemen dapat berinteraksi dengan obat medis yang Anda pakai. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keefektifan herbal atau suplemen dalam mengobati asma.
Pengobatan asma alternatif meliputi:
• Teknik pernapasan: Latihan teknik pernapasan dapat mengurangi jumlah obat yang dibutuhkan untuk mengendalikan asma Anda. Kelas yoga dapat meningkatkan kebugaran dan mengurangi stres yang dapat membantu meminimalkan kemungkinan asma.
• Akupunktur. Teknik ini melibatkan penempatan jarum yang sangat tipis pada titik-titik strategis di tubuh Anda. Akupunktur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit.
• Teknik relaksasi: Teknik seperti meditasi, biofeedback, hipnosis dan relaksasi otot progresif dapat meringankan asma dengan mengurangi ketegangan dan stres.
• Pengobatan herbal: Beberapa obat herbal atau alami dapat membantu meningkatkan gejala asma seperti kafein, magnesium dan pycnogenol. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa baik obat herbal dapat digunakan untuk asma.
• Asam lemak omega-3: Asam lemak omega-3 merupakan minyak sehat yang dapat mengurangi peradangan yang menyebabkan gejala asma. Minyak ini dapat ditemukan di ikan, biji-bijian dan makanan lainnya.
Pencegahan
Meskipun tidak ada cara untuk mencegah asma, berkonsultasi dengan dokter dapat membantu Anda dalam merancang rencana tindakan asma dan mencegah serangan asma.
• Mengikuti rencana tindakan asma: Asma merupakan kondisi yang memerlukan pemantauan dan pengobatan rutin dari dokter. Mengikuti rencana tindakan asma yang telah dituliskan dokter dapat membantu mengelola dan mencegah serangan asma.
• Mendapatkan vaksinasi untuk influenza dan pneumonia: Vaksinasi dapat mencegah flu dan pneumonia yang memicu asma kambuh.
• Mengidentifikasi dan menghindari pemicu asma: Beberapa alergen dan iritan seperti jamur, polusi udara dan udara dingin dapat memicu kambuhnya asma. Cari tahu apa yang menyebabkan atau memperburuk asma, dan lakukan tindakan untuk menghindari pemicunya.
• Monitor pernapasan: Ukur kesehatan pernapasan Anda dengan menggunakan peak flow meter secara teratur, karena fungsi paru-paru dapat menurun sebelum gejala muncul. Dengan cara ini, Anda dapat mengenali tanda-tanda peringatan yang memungkinkan kambuhnya asma.
• Mengidentifikasi dan mengobati dengan cepat: Jika Anda bertindak cepat, gejala asma kemungkinan tidak akan parah. Anda juga tidak akan membutuhkan banyak pengobatan untuk mengontrol gejala. Ketika pengukuran peak flow Anda menurun dan memperingatkan gejala akan muncul, segera minum obat dan hentikan aktivitas apapun yang mungkin telah memicu serangan. Jika penggunaan inhaler seperti albuterol tidak dapat mengontrol asma, maka segeralah cari pertolongan medis.
• Memakai obat yang diresepkan: Hanya karena asma Anda tampaknya akan membaik, jangan ubah apapun tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter. Ada baiknya Anda membawa obat-obatan pada saat berkonsultasi ke dokter, agar dokter dapat memeriksa apakah Anda menggunakan obat dengan benar.