Asupan Gizi Tepat Meminimalisir Anak Alami Stunting

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stunting merupakan kekurangan gizi kronis dan berulang serta terjadi sejak di dalam kandungan. Di Indonesia, sebanyak 37 dari 100 balita di Indonesia mengalami stunting. Ehmm, mengkhawatirkan bukan? Nah, stunting ini dapat diminimalisir terjadi dengan asupan gizi tepat.

Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia (UI), kondisi anak pendek yang juga dikenal dengan istilah stunting ini merupakan indikator yang menunjukkan proses kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Kurang gizi bila terjadi dalam waktu singkat, misalnya dua minggu, maka tanda yang muncul pertama adalah berat badan turun. “Bila itu tidak segera diatasi, stunting akan terjadi. Dan sebaliknya jika segera diatasi, tidak akan terjadi,” kata Tirta.

Ketua Positive Deviance Resource Centre atau PDRC Universitas Indonesia mengatakan, indikasi apakah bayi mengalami stunting atau tidak bisa terbaca sejak dalam kandungan. “Kuncinya ada di 1.000 hari pertama kehidupan, yakni masa selama 270 hari atau sembilan bulan dalam kandungan ditambah 730 hari atau sampai anak berusia dua tahun,” kata ketua PDRC beberapa waktu lalu.

Setelah bayi lahir, cara kasat mata untuk mengetahui apakah bayi mengalami stunting atau tidak adalah dengan mengukur berat badan dan panjangnya. “Waspada jika berat badan bayi baru lahir kurang dari 2.500 gram dan panjangnya kurang dari 48 sentimeter,” ujarnya.

Pemilihan makanan dan pola konsumsi yang kurang pas dalam waktu cukup lama ditengarai menjadi pemicu stunting. Ahli gizi masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodik Briyawan menilai, anak Indonesia lebih banyak mengonsumsi makanan ‘sampah’ alias fast food dan jajanan kaki lima yang sering kali tak mengindahkan aspek kesehatan.

Konsumsi anak terhadap makanan tersebut menyentuh angka 40%, konsumsi makanan dari pangan industri mencapai 20%, dan sisanya mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah.

Untuk meminimalisir terkena stunting, anak harus diberikan gizi cukup sejak masih dalam kandungan. Bahkan, pemenuhan nutrisi yang maksimal sudah bisa dimulai sejak ibu mempersiapkan kehamilan. Sejumlah langkah ini bisa dilakukan orangtua demi tumbuh-kembang buah hati yang optimal.

  • Ketika sudah lahir, awali asupan anak dengan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan. Setelah enam bulan, pastikan makanan pendamping ASI (MPASI) juga berkualitas dengan memperhatikan asupan gizi makro maupun mikro.
  • Biasakan anak makan di rumah sebanyak tiga kali sehari bersama keluarga.
  • Anak harus memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Kurangi atau hindarkan konsumsi protein dalam bentuk produk industri olahan.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Batasi konsumsi makanan selingan, seperti makanan jajanan kaki lima dan makanan ringan yang biasa digemari anak-anak.
  • Biasakan anak untuk rutin olahraga. Olahraga yang cukup akan membuat asupan gizi dalam tubuh anak dapat diolah dengan lebih baik. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here