Asupan Nutrisi Pencegah Cacat Lahir

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bayi yang terlahir dengan kondisi cacat tak hanya dipengaruhi faktor genetik, tapi juga asupan nutrisi. Menurut penelitian ilmiah, para wanita memiliki risiko lebih rendah memiliki bayi dengan cacat lahir tertentu jika pola makan hariannya beragam, terutama dari buah, sayuran, dan biji-bijian. Dengan pola makan bervariasi, maka kebutuhan nutrisi tubuh juga akan tercukupi. Dan dalam bahan-bahan makanan tersebut pun terkandung sejumlah nutrisi esensial yang secara khusus berperan dalam mencegah cacat lahir. Apa saja?

  1. Folat. Seringkali, kasus cacat lahir pada bayi dikaitkan dengan kekurangan nutrisi, khususnya folat. Asupan folat yang mencukupi dapat mengurangi cacat lahir yang disebut neural tube defects (NTDs) hingga 70 persen. NTDs bisa terjadi ketika sumsum tulang belakang gagal menutup dengan benar. Semua orang memerlukan folat. Khususnya wanita hamil, kecukupan folat sejak bulan pertama kehamilan atau bahkan sebelum kehamilan, merupakan dasar penting dalam mencegah cacat lahir. Wanita hamil membutuhkan asupan folat sebesar 600 mikrogram. Asupan folat secara alami dapat diperoleh dari bayam, brokoli, alpukat, telur, dan lainya.
  2. Kolin. Selain folat, asupan kolin yang memadai sama pentingnya karena nutrisi ini juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang otak yang normal pada janin. Penelitian melaporkan bahwa wanita dengan asupan kolin rendah menjadi empat kali lebih berisiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat tabung saraf dibandingkan wanita dengan asupan kolin tinggi. Setiap harinya, tubuh memerlukan asupan kolin sebesar 550 mikrogram, yang bisa bersumber dari kuning telur, ikan, dan hati. Makanan lainnya seperti brokoli, sayuran berdaun hijau, susu, dan jeruk juga mengandung kolin, namun jumlahnya lebih sedikit.
  3. Omega-3. Salah satu bentuk omega-3, yakni DHA (docosahexaenoic acid) berperan penting dalam mendukung perkembangan mata dan otak janin. Jika kekurangan, sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh janin mungkin menjadi tidak sempurna. Ini dapat menyebabkan gangguan belajar dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang sifatnya seumur hidup. Ibu hamil sangat memerlukan omega-3 pada trimester ketiga kehamilannya. Pada masa inilah, proses pembentukan otak bayi sedang berada pada masa pesatnya. Banyak ahli yang menyarankan agar para ibu hamil mencukupi kebutuhan omega-3 sebesar 1000 miligram per hari. Asupannya dapat diperoleh dari salmon, tuna, alpukat, dan biji-bijian.
  4. Vitamin D. Vitamin D tak hanya penting untuk mengoptimalkan fungsi kalsium dalam pembentukan tulang, tapi mengurangi risiko cacar lahir. Penelitian melaporkan bahwa vitamin D dapat meminimalisir risiko cacat lahir tertetu dan autisme, serta memperkecil kemungkinan munculnya komplikasi kehamilan seperti tekanan darah tinggi. Wanita hamil memerlukan asupan vitamin D sebesar 600 IU.
  5. Vitamin B12. Vitamin B12 secara alami terkandung dalam produk hewani, seperti daging, ikan, telur, susu dan produk turunan susu. Vitamin ini juga berperan dalam mendukung perkembangan saraf yang normal pada janin. Ibu hamil memerlukan asupan vitamin B12 sebesar 2,8 mikrogram setiap hari. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here