Asupan Vitamin D

0
109

SehatFresh.com – Vitamin D berfungsi meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh yang berhubungan dengan kesehatan tulang. Kepadatan mineral tulang adalah ukuran kekuatan tulang dan ukuran jumlah mineral pada tulang di tempat-tempat berbeda dalam tubuh. Tingkat kepadatan tulang sering dijadikan indikator terhadap resiko oestoporosis. Oestoporosis dapat menyebabkan peningkatan resiko patah tulang. Suplemen vitamin D kini makin popular karena member janji melindungi tulang dan mencegah penyakit tulang seperti osteoporosis. Vitamin D merupakan satu-satunya jenis vitamin yang diproduksi di dalam tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak vitamin D dalam bentuk suplemen bisa berbahaya karena dapat berpengaruh pada fungsi ginjal.

Tidak perlu vitamin khusus asalkan mendapat cukup banyak paparan sinar matahari. Bagi sebagian besar orang, paparan sinar matahari setiap hari dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin D. Kita mendapatkan vitamin D dari sinar ultraviolet (UV) sinar matahari. Namun bagi orang yang tinggal di daerah yang tidak banyak terkena paparan sinar matahari harus menambahkan suplemen vitamin D dalam diet mereka.. Orang-orang yang tinggal di daerah cerah di lintang rendah biasanya mendapatkan cukup vitamin D dibandingkan dengan orang yang tinggal di lintang yang lebih tinggi. Sumber makanan terbaik untuk vitamin D adalah ikan berlemak termasuk ikan salmon, sarden, ikan cod serta beberapa sereal sarapan dan susu yang difortifikasi vitamin D.

Asupan vitamin D maksimum yang disarankan adalah 25 mcg (1.000 IU) untuk bayi dan 50 mcg (2.000 IU) untuk anak-anak dan orang dewasa dengan fungsi ginjal yang normal. Terlalu banyak vitamin D bisa menjadi racun. Toksisitas akan menjadi masalah ketika asupan melebihi dosis yang dianjurkan dan dilakukan secara konsisten. Para ahli memperingatkan konsumsi suplemen vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kalsium dan merusak ginjal.

Kelebihan vitamin D bisa menimbulkan penumpukan kalsium (hiperkalsemia) karena vitamin ini mengikat kalsium. Konsumsi harian vitamin D yang berlebih menyebabkan kinerja ginjal terganggu dan terbebani. Hal ini dikarenakan kalsium dapat menetap dan mengendap pada ginjal sehingga urin yang dibuang menjadi lebih pekat dan dapat mengakibatkan gagal ginjal jika tidak diobati. Selain masalah ginjal, kondisi penumpukan kalsium (hiperkalsemia) akibat konsumsi berlebih vitamin D mengakibatkan sembelit, penurunan nafsu makan, muntah-muntah, sakit kepala, gangguan mental dan pengeluaran urin berlebihan.

Memang vitamin bukanlah obat sehingga efek langsung akibat konsumsinya secara berlebihan tidak terjadi secara langsung. Tapi jika diakumulasi karena kebiasaan, maka sangat jelas akan menimbulkan masalah yang mengganggu kesehatan. Hal ini sering terjadi pada orang yang hidup dengan aktivitas tinggi atau ingin mendapatkan tinggi badan maksimal. Sehingga mengabaikan anjuran standar konsumsi vitamin D dalam tubuh.

Sumber gambar : www.pasarpolis.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY