Atasi Sesak Nafas Kala Hamil Tua

SehatFresh.com – Pada trimester ketiga kehamilan, bayi yang semakin bertumbuh mendorong rahim terhadap diafragma (otot di bawah paru-paru yang digunakan untuk pernapasn). Diafragma bergerak naik sekitar empat cm dari posisi sebelumnya ketika tidak hamil. Paru-paru juga menjadi agak terkompresi. Ini membawa perubahan pada seberapa banyak udara yang Anda hirup.

Kebutuhan oksigen meningkat selama kehamilan, dan tubuh melakukan penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan ini dalam beberapa cara. Peningkatan hormon khususnya progesteron, langsung memengaruhi paru-paru dan merangsang pusat pernapasan di otak. Tubuh juga memperluas volume darah selama kehamilan untuk memastikan bayi juga mendapatkan cukup oksigen.

Kapasitas paru-paru menurun karena pertumbuhan rahim. Karena diafragma menjadi tertekan oleh rahim yang membesar, sistem pernapasan mungkin bekerja lebih keras, terutama jika ibu hamil dengan bayi besar, hamil kembar, atau memiliki cairan ketuban yang berlebihan.

Beberapa hal di bawah ini dapat membantu ibu hamil lebih nyaman saat bernapas :

  • Konsumsi makanan sehat

Konsumsi makanan sehat dengan berpegang pada pedoman gizi seimbang akan menjaga berat badan tetap sehat. Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam guna mencegah terjadinya kenaikan berat badan berlebih. Berat badan berlebih bisa membuat sesak napas semakin parah.

  • Olahraga

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau mengikuti latihan yoga sangat baik untuk mengatur pernapasan. Pernapasan merupakan fokus dari latihan yoga dan peregangan dapat memperbaiki postur tubuh dan memberi lebih banyak ruang untuk bernapas. Namun, melakukan olahraga saat hamil sebelumnya harus mendapat persetujuan dokter terlebih dahulu.

  • Rileks

Melakukan relaksasi selama 10 menit tiap harinya terutama menjelang persalinan bisa membantu ibu hamil mengatur pernapasan menjelang kelahiran sang buah hati dan juga bermanfaat menjaga kesehatan paru-paru.

  • Cukup istirahat

Beristirahatlah ketika tubuh mengisyaratkan perlu istirahat. Trimester ketiga bukan waktu untuk memaksakan diri terlalu keras dan sangat penting untuk memperhatikan batas tubuh. Perasaan sesak napas akan mereda seiring kelahiran yang semakin dekat. Sebagai bayi turun ke panggul, tekanan pada diafragma dan paru-paru menjadi agak lega.

Ibu hamil juga perlu waspada akan tanda-tanda peringatan di mana sesak napas mungkin menunjukkan ada sesuatu yang salah. Jika ibu hamil sebelumnya menderita asma, asma bisa memburuk selama kehamilan. Oleh karenanya, penting untuk melakukan pemerisaan kehamilan secara rutin agar kesehatan kehamilan bisa terkontrol dengan baik.

Dalam beberapa kasus, anemia karena kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan sesak napas. Gejala lain anemia termasuk kelelahan, sakit kepala, serta warna kebiruan pada bibir dan ujung jari. Untuk mendiagnosa anemia, dokter dapat memeriksa kadar zat besi Anda dan mungkin meresepkan suplemen.

Jika merasa sakit saat mengambil napas dalam-dalam, mengalami napas cepat, atau merasakan peningkatan denyut nadi, segera hubungi dokter. Ini bisa menjadi tanda ada gumpalan darah pada paru-paru (emboli paru). Batuk yang berlangsung selama lebih dari beberapa hari juga perlu mendapat evaluasi medis segera.

Sumber gambar : www.kehamilanku.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY