Aturan Penggunaan Pil KB

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pil KB kerap menjadi pilihan banyak wanita yang aktif secara seksual untuk mencegah atau menunda kehamilan. Menurut para ahli, kontrasepsi hormonal ini memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan, dengan catatan penggunaannya tepat, dilihat dari kapan memulainya dan konsisten tidak penggunaannya. Jadi, bila mengonsumsi pil KB dan masih terjadi kehamilan, mungkin saja penggunaan pil KB kurang tepat.

Secara umum, pil KB dibedakan menjadi pil KB kombinasi (estrogen and progesteron) dan pil KB tunggal (hanya estrogen). Cara kerja keduanya sama, yaitu memengaruhi otak dan sekeliling rahim (tuba falopi dan uterus) guna mencegah pelepasan hormon yang menjadi kunci pembuahan, yaitu Follicle Stimulating Hormon (FSH) yang perannya mematangkan sel telur dan Luteinizing Hormon (LH) yang memicu pembuahan di tengah masa siklus. Tubuh secara alami memproduksi kedua hormon tersebut ketika kadar hormon estrogen dan progesteron sedang rendah. Itulah mengapa pil KB mengandung estrogen dan progesteron, agar kadar keduanya tetap tinggi. Pil KB juga juga bekerja dengan mengentalkan lendir di leher rahim guna mempersulit sperma masuk ke dalam rahim.

Waktu terbaik untuk minum pil KB adalah di hari pertama menstruasi dan konsumsinya dilanjutkan selama 21 hari, lalu libur selama satu minggu. Setelah itu, penggunaan pil KB selama 21 hari dimulai lagi. Namun, ada juga pil KB yang diminum setiap hari selama 3-4 bulan, baru kemudian istirahat selama satu minggu. Agar terasa keefektifannya, penggunaan pil KB hendaknya sesuai dengan petunjuk dokter mengingat kondisi tubuh setiap wanita tidaklah sama. Pasalnya, ada beberapa wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan pil KB, diantaranya wanita hamil, wanita yang berusia di atas 35 tahun, wanita perokok berat, wanita yang memiliki riwayat penyakit jantung, wanita yang berisiko darah tinggi, wanita yang menderita diabetes, dan wanita yang pernah mengalami depresi.

Aturan dasar yang perlu diingat dalam penggunaan pil KB adalah aturan 7 hari. Pil KB akan mulai bekerja efektif setelah 7 hari. Dengan demikian, Anda akan terlindungi dari kehamilan ketika sudah selesai menstruasi karena kontrasepsi sudah bekerja. Ovarium akan mulai memproduksi sel telur lagi setelah 7 hari Anda berhenti minum pil KB. Bila hendak mencegah kehamilan, penting untuk memastikan bahwa Anda tidak berhenti minum pil KB lebih dari 7 hari. Bila melebihi waktu tersebut, kemungkinan Anda akan hamil dalam satu atau dua minggu kemudian.

Tersedia pil KB yang satu blister berisi 21 tablet dan 28 tablet. Keduanya sama saja. 21 tablet semuanya mengandung bahan aktif, sedangkan yang 28 tablet terdiri dari 21 tablet bahan aktif dan 7 tablet bahan tak aktif. 7 tablet bahan tak aktif ini berfungsi agar Anda ke depannya tidak lupa mulai lagi meminum pil yang kandungannya aktif. Ketika pil KB lama habis, segera konsumsi pil KB yang baru dan tidak perlu menunggu hari pertama menstruasi.

Selain itu, disarankan untuk minum pil KB di jam yang sama setiap hari. Dengan demikian, tubuh akan terbiasa menerima dorongan hormonal yang teratur. Bila bepergian ke luar negeri, pil KB tetap diminum di waktu yang sama ketika di tempat semula. Bagaimana bila lupa?

  • Jika terlewat tetapi belum 12 jam, maka pil KB masih tetap bisa diminum.
  • Jika terlewat selama 24 jam, maka bisa minum langsung 2 pil.
  • Jika terlewat melebihi 24 jam, bisa saja minum pil kembali di jadwal semula. Namun, efektivitas dari pil KB itu sendiri berkurang sehingga diperlukan kontrasepsi tambahan, seperti kondom, atau tidak berhubungan badan selama seminggu pertama.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY