Awas, Buta Warna Banyak Dialami Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Cukup banyak perbedaan antara pria dan wanita. Satu di antaranya terkait dengan warna. Ternyata, buta warna lebih banyak menyerang pria lho. Jadi, wahai pria, waspadalah!

Buta warna merupakan sebuah kondisi kurangnya kemampuan mata untuk melihat warna tertentu atau spektrum warna akibat gangguan reseptor pigmen warna pada mata. Dengan kata lain, mata tidak bisa melihat warna seperti biasanya. Jika salah satu pigmen warna hilang, maka mata sulit untuk melihat warna tertentu, misalnya merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna tersebut. Pada kondisi buta warna total, penderita tidak dapat membedakan warna sama sekali.

Seseorang dengan penglihatan normal bisa melihat ratusan gradasi warna. Nah, gejala buta warna muncul saat seseorang hanya bisa melihat sebagian gradasi warna. Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap buta warna hingga mereka menjalani tes penglihatan warna.

Buta warna juga beragam jenisnya. Secara garis besar, buta warna dibagi menjadi dua jenis, yaitu buta warna parsial atau sebagian dan buta warna total. Lebih spesifik, buta warna dapat dibedakan menjadi:

  1. Trikromasi

Macam-macam trikomasi antara lain:

  • Tritanomali atau kelemahan penglihatan untuk warna biru.
  • Deuteromali atau adanya gangguan penglihatan pada warna hijau.
  • Protanomali, yaitu kelemahan pada warna merah.
  1. Dikromasi

Jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Tritanopia atau buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap warna biru.
  • Deuteranopia atau buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap warna hijau.
  • Protanopia atau buta warna karena sel kerucut yang tidak peka terhadap warna merah.
  1. Monokromasi

Buta warna monokromasi ditandai dengan berkurangnya atau hilangnya semua penglihatan warna. Penderita hanya bisa membedakan warna hitam dan putih.

Faktor penyebab buta warna juga bervariasi antara lain:

  • Genetika. Dalam banyak kasus, buta warna merupakan faktor genetika dari orangtua. Kebanyakan penderita buta warna mengalaminya sejak lahir. Penderita buta warna akibat faktor keturunan ini jauh lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita.
  • Usia. Hal ini karena pengaruh degradasi komosom yang berkurang seiring dengan bertambanya usia.
  • Penyakit. Sejumlah penyakit bisa menyebabkan buta warna, seperti parkinson, Alzheimer, glaukoma, neuritis optik, leukemia, diabetes, macular degeneration, anemia sel sabit, dan pecandu alkohol kronis.
  • Bahan kimia. Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun, misalnya karbon disulfida dan pupuk.
  • Efek samping pengobatan. Beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti digoxin, pheytoin, chloroquine, dan sildenafil yang juga dikenal sebagai Viagra. Jika gangguan disebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Yang perlu digarisbawahi, gejala buta warna dapat dideteksi sejak usia dini karena tidak sedikit buta warna ditemukan pada anak dan balita. Maka, sangat penting untuk mengenali buta warna sejak awal. Anak-anak yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan di sekolah dan bisa mempengaruhinya dalam menentukan pilihan profesi di kemudian hari. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here