Awas! Gangguan Kesehatan Mata pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gangguan kesehatan mata tak hanya sering melanda orang lanjut usia. Sejumlah masalah kesehatan mata juga bisa menimpa remaja. Apa saja itu?

Remaja berkaca mata bukan hal asing lagi ditemui saat ini. Hal ini mengindikasikan ada masalah kesehatan mata yang dialami si pemakainya. Namun, remaja tak berkaca mata juga bukan berarti bebas gangguan kesehatan mata. Bisa saja ia juga mengalami masalah kesehatan mata, meski tak memakai kacamata. Inilah berbagai gangguan kesehatan mata yang terjadi pada remaja:

  • Mata plus. Mata plus disebut juga dengan rabun dekat (hyperopia atau hypermetropia).  Penderita mata plus dapat melihat objek jarak jauh dengan jelas, namun objek yang dekat justru terlihat samar. Umumnya, mata plus terjadi pada orang berusia tua. Namun, mata plus ternyata tidak jarang dialami oleh remaja dan anak kecil. Remaja yang memiliki mata plus tidak selalu memiliki masalah dengan penglihatan oleh karena lensa mata yang masih fleksibel. Namun, pada kasus yang cukup berat, si penderita mungkin memerlukan kacamata. Mata plus terjadi bila bola mata terlalu pendek, kornea kurang melengkung atau terlalu datar, atau lensa mata tidak cukup tebal. Oleh karena itu, cahaya yang seharusnya jatuh tepat di retina justru terfokus di belakang retina sehingga membuat objek yang dekat menjadi terlihat buram.
  • Mata minus. Mata minus atau dalam bahasa medis disebut miopia (myopia) merupakan gangguan penglihatan yang terjadi akibat terjadinya kesalahan bias umum dari mata yang membuatnya sulit untuk melihat dengan fokus pada objek yang jauh. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami gejala mata minus akan dapat melihat benda atau objek dekat dengan jelas. Namun, pada saat melihat objek atau benda yang jaraknya jauh, penglihatan menjadi buram atau kabur.
  • Mata juling. Mata juling (strabismus) adalah ketika kedua mata anak tidak melihat pada arah yang sama. Gangguan mata ini lebih mudah dikenali karena salah satu mata melihat lurus dan yang lain melihat ke arah luar, arah dalam, atau arah atas.
  • Mata malas. Mata malas (ambliopia) terjadi saat fungsi antara mata dan otak tidak berjalan dengan baik karena mata mengirimkan sinyal yang terlalu buram.
  • Mata lelah. Jika anak Anda sering melihat gadget, seperti komputer, ponsel pintar maupun komputer tablet dalam waktu lama dan tanpa istirahat, Anda patut waspada. Pasalnya, bila tidak diantisipasi dengan baik, anak Anda bisa terkena sindrom mata lelah, yang tak cuma mengganggu penglihatan, tetapi juga memengaruhi kondisi tubuh.

Berbagai gangguan kesehatan mata di atas tidak boleh diremehkan. Bila tak segera ditangani, gangguan mata ini bisa menyebabkan kerusakan penglihatan, menghambat perkembangan mata, dan memicu masalah belajar serta sosialisasi. Pemeriksaan mata secara berkala bisa mencegah penderita mengalami dampak yang lebih buruk. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here