Awas, Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa Pria

0
2
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan haus. Orang yang menunaikannya juga harus menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Sayang kan sudah lapar namun puasa batal.

Pada dasarnya yang membatalkan puasa sebagian besar sama antara pria dan wanita. Namun, ada sedikit yang membedakan. Bagi pria, apa saja sih yang bisa membatalkan puasa?

  • Makan dan minum

Tentu saja, makan dan minum membatalkan puasa. Terlebih bila dilakukan dengan sengaja. Namun, bagaimana bila makan dan minum karena lupa, keliru, atau terpaksa? Keliru di sini maksudnya mengira sudah waktunya berbuka, padahal ternyata belum waktunya. Jika seseorang makan dan minum karena salah satu dari ketiga hal itu, maka orang tersebut tidak wajib meng-qodho-nya (menggantinya di hari lain selain bulan Ramadhan) ataupun membayar kafarat (denda).

  • Memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh melalui lubang yang terbuka

Dalam hal ini, memerlukan penjelasan mulai dari benda, rongga, dan lubang. Benda yang dimaksud adalah benda yang dapat ditangkap oleh indra manusia. Rongga yang dimaksud adalah bagian otak dan semua bagian organ tubuh yang berada setelah kerongkongan sampai kepada lambung dan usus. Beda halnya dengan rongga tidak melalui lubang terbuka, seperti pori-pori dan lain-lain. Kemudian, lubang yang terbuka adalah mulut, kedua rongga hidung, kedua lubang telinga, qubul (kemaluan), dubur (anus) dan lain-lain. Sementara itu, syarat memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga tubuh melalui lubang terbuka yang bisa membatalkan puasa adalah dengan sengaja dan bukan karena terpaksa (tidak bisa dihindari). Jadi, contohnya, debu dan lalat yang masuk ke lubang hidung tidak membatalkan puasa.

  • Merokok. Jelas, merokok membatalkan puasa. Buanglah anggapan yang menyatakah merokok itu makruh di bulan puasa.
  • Berhubungan badan. Mayoritas ulama menyatakan, berhubungan badan membatalkan puasa. Namun, para ulama masih berbeda pandangan mengenai keharusan meng-qodho-nya dan membayar kafarat bagi pelakunya. Lalu, bagaimana dengan mencium atau bermesraan dengan istri? Selama tidak sampai terjadinya persetubuhan, maka puasa seseorang tidak batal karenanya. Bagaimana dengan mimpi basah di siang hari dan keluar air mani? Kalau keluarnya air mani tanpa sengaja, seperti orang yang sedang berkhayal, maka tidak membatalkan puasa.
  • Menelan air ludah. Selama air ludah masih berada di dalam mulut dan tertelan, maka dinyatakan puasanya tidak batal. Hal ini karena sulit untuk dihindari bagi setiap orang. Namun, jika air liurnya sudah dikeluarkan dari mulut lantas ditelan kembali, maka dinyatakan puasanya batal.
  • Sengaja muntah. Jika seseorang memasukkan tangannya atau sesuatu ke dalam kerongkongannya dan ia muntah karenanya, maka hal ini dinyatakan puasanya batal.
  • Murtad. Keluar dari agama Islam.
  • Gila. Meskipun hanya berlangsung sebentar, kondisi gila bisa membatalkan puasa seseorang.
  • Pingsan dan ayan. Jika pingsan dan ayan berlangsung merata selama satu hari penuh, maka puasa seseorang batal. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY