Awas Penyakit Asam Urat Bisa Menyerang Siapa Saja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gout arthritis nama yang masih terdengar asing, bukan? Meski terdengar asing, nama ini bisa melekat pada siapa saja. Ia sering ditemukan dan tersebar di seluruh dunia. Lalu, apa sebenarnya gout arthritis itu?

Gout arthritis adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi. Dengan kata lain, penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam atau kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi.

Gout berhubungan erat dengan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Penderita gout menghasilkan asam urat secara berlebihan sehingga yang tersimpan dalam tubuh meningkat menjadi tiga hingga 15 kali dibandingkan keadaan normal.

Penyakit gout dapat dijumpai di setiap negara di dunia. Ada sejumlah faktor yang agaknya mempengaruhi timbulnya penyakit gout, termasuk diet, berat badan, dan gaya hidup (Misnadiarly, 2009).

Biasanya, serangan gout arthritis pertama hanya menyerang satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari. Kemudian, gejalanya menghilang secara bertahap, di mana sendi kembali berfungsi dan tidak muncul gejala hingga terjadi serangan berikutnya. Namun, gout cenderung akan semakin memburuk dan serangan yang tidak diobati akan berlangsung lebih lama, lebih sering, dan menyerang beberapa sendi. Alhasil, sendi yang terserang bisa mengalami kerusakan permanen (Junaidi, 2013:84).

Lazimnya serangan gout arthritis terjadi di kaki (monoarthritis). Namun, 3%–14% serangan juga bisa terjadi di banyak sendi (poliarthritis). Biasanya, urutan sendi yang terkena serangan gout (poliarthritis) berulang adalah:

  • Ibu jari kaki (podogra)
  • Sendi tarsal kaki
  • Pergelangan kaki
  • Sendi kaki belakang
  • Pergelangan tangan
  • Lutut
  • Bursa elekranon pada siku

Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita gout pada satu atau beberapa sendi. Umumnya, serangan terjadi pada malam hari. Sehari sebelum serangan gout, penderita bisa saja tampak sangat bugar tanpa gejala atau keluhan. Tetapi, tiba-tiba pada tengah malam menjelang pagi, ia terbangun karena merasakan sakit yang sangat hebat serta nyeri yang semakin memburuk dan tak tertahankan (Junaidi, 2013:85).

Sendi yang terserang gout akan membengkak dan kulit di atasnya akan berwarna merah atau keunguan, kencang, dan licin serta terasa hangat dan nyeri jika digerakkan. Selain itu, muncul benjolan pada sendi (yang disebut tofus). Jika sudah agak lama, kulit di atasnya akan berwarna merah kusam dan terkelupas (deskuamasi). Gejala lainya adalah muncul tofus di helixs telinga (pinggir sendi atau tendon). Menyentuh kulit di atas sendi yang terserang gout bisa memicu rasa nyeri yang luar biasa.

Gout bisa dirasakan menahun yang menyebabkan kelainan bentuk sendi. Pengendapan kristal urat di dalam sendi dan tendon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan yang akan membatasi pergerakan sendi. Untungnya, kondisi ini dapat dikendalikan dengan mudah melalui pengobatan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here