Awas! Seks Oral Bisa Picu Kanker Serviks

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gaya bercinta terdiri atas berbagai macam. Salah satunya yang cukup populer adalah seks oral. Menurut beberapa pasangan, seks oral merupakan posisi bercinta yang aman dibandingkan dengan variasi bercinta lainnya karena tanpa adanya penetrasi. Meski cenderung aman, seks oral tetap berisiko memicu penyakit tertentu, seperti kanker serviks.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang hanya bisa dialami oleh wanita. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan wanita terkena kanker serviks. Penelitian menemukan 99,7% kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yakni satu golongan virus yang tersebar melalui variasi hubungan seksual, termasuk seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33% wanita akan terinfeksi HPV.

Dikutip dari The Sun, sebuah studi dalam Journal of Clinical Oncology 2011 menemukan, jumlah kanker mulut terkait dengan HPV meningkat dari 16,3% menjadi 71,7% hanya dalam 20 tahun, yakni antara tahun 1984 hingga 2004.

Jenis HPV yang ditemukan di mulut hampir seluruhnya menular dari seks oral. Lebih rinci, kanker yang disebabkan virus HPV sepertiganya berada di mulut dan tenggorokan, sedangkan sisanya menyerang serviks.

Meskipun virus HPV sangat umum, tapi ada cara yang dapat melindungi diri dari tertular penyakit. Menggunakan kondom selama seks oral adalah salah satu bentuk pencegahannya. Selain itu, melakukan vaksinasi HPV bisa dilakukan sejak usia sekolah untuk melindungi virus HPV, meskipun uji klinis terkini diperlukan untuk membuktikan efektivitasnya.

Selain seks oral, kontak langsung di antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh dapat menyebarkan HPV. Sebuah penelitian di Albert Einstein College of Medicine, New York mengungkapkan, seks oral memicu terjadinya kanker 22 kali lipat. Jika melakukan seks oral, HPV juga bisa memicu terjadinya kanker di mulut.

Dilansir dari Daily Mail, HPV bisa menyerang kulit dan selaput lembab yang melapisi tubuh. Caranya dengan mengubah sel-sel menjadi kanker. Kulit dan selaput lembab itu antara lain anus, leher rahim, mulut, dan tenggorokan.

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas. Infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis. Namun, terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin. Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70% wanita.

Pada dasarnya, melakukan hubungan seksual yang sehat dan higienis kecil kemungkinan menyebabkan penularan penyakit menular seksual. Oleh sebab itu, jagalah selalu kebersihan anggota tubuh, termasuk alat kelamin, untuk mencegah penularan bibit penyakit tertentu. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here