Awas! Serviks Juga Bisa Sariawan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sariawan dikenal luas sebagai salah satu masalah kesehatan di rongga mulut. Namun, sariawan juga bisa terjadi di serviks. Penyakit ini tak boleh dianggap remeh karena dampak yang ditimbulkannya.

Sariawan atau stomatitis adalah reaksi radang berupa bercak atau luka terbuka pada lapisan epitel kulit. Selain muncul di rongga mulut, penyakit ini juga bisa hinggap di usus dan organ genital, seperti sariawan di servik atau saluran rahim. Sariawan di mulut lazimnya agak rata, sedangkan di serviks berbentuk benjolan kecil berisi cairan bening. Benjolan tersebut akhirnya pecah membentuk bercak putih.

Sariawan di organ genital umumnya merupakan perkembangan sariawan di paha bagian dalam atau di bibir vagina. Bila dibiarkan berlarut-larut, sariawan bisa terus merayap naik menuju rahim dan panggul (pangkal paha).

Penyebab utama sariawan serviks adalah infeksi virus HPV tipe 2. Selain itu, infeksi bakteri lain juga bisa menjadi penyebab sariawan serviks. Keluhan awal yang dirasakan bila terkena sariawan serviks adalah gatal, nyeri, perih, dan panas di vagina. Tak hanya itu, penderita juga merasa sakit saat berhubungan intim.

Akibat sariawan serviks cukup serius. Salah satunya adalah infertilitas. Peradangan pada sariawan membuat lendir di serviks mengental sehingga sperma sulit ‘berenang’ menuju sel telur. Pada kasus lain, peradangan tersebut menghambat perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju rahim. Sariawan serviks yang telah menyebar hingga organ reproduksi juga berisiko menyebabkan kerusakan pada indung telur dan saluran telur.

Yang lebih mengkhawatirkan, sariawan serviks bisa menimbulkan kanker. Hal ini terjadi karena peradangan pada lapisan epitel permukaan serviks berpotensi mengubah sel-sel biasa menjadi sel-sel ganas atau kanker.

Sebagai bentuk pencegahan, upaya yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Gunakan underwear berbahan katun atau sutra yang bisa menyerap keringat.
  • Hindari penggunaan underwear berbahan nylon dan satin yang tidak mudah menyerap keringat sehingga bisa menyebabkan vagina iritasi.
  • Cuci dan keringkan underwear dengan benar.
  • Untuk menghindari jamur, segera ganti underwear bila tidak terasa nyaman saat dikenakan karena basah oleh keringat atau cairan lainnya.
  • Hindari memakai deodorant spray atau produk lainnya pada organ intim yang bisa meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur di vagina.

Sariawan serviks bisa dideteksi dini dengan meraba permukaan leher rahim. Jika dirasakan adanya benjolan, maka segera konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan meminta Anda melakukan pap smear. Bila ternyata tes pap smear menunjukkan hasil abnormal, pemeriksaan lanjutan yang disebut kolposkopi mungkin diperlukan. Selanjutnya, tindakan medis yang bisa dilakukan ialah pengambilan sampel pada jaringan leher rahim (biopsi) di laboratorium untuk mengetahui hal-hal lebih detil lainnya. Penanganan lanjutan sariawan serviks akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY