Bagaimana Cara HIV Ditularkan

SehatFresh.com – Human immunodeficiency virus atau HIV menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome, atau (AIDS). HIV bekerja dengan menghancurkan sel-sel T tubuh, yang perlahan tapi pasti akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh memburuk sehingga tidak bisa melawan virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu.

Di kalangan masyarakat, orang yang terjangkit virus HIV seringkali dihindari dan dikucilkan karena takut tertular. Padahal, HIV hanya bisa menular melalui beberapa cara tertentu. HIV memang menular, tapi tidak mudah menular, hanya dengan cara-cara tertentu, yaitu melalui hubungan seks yang berisiko, transfusi atau tranplantasi, penggunaan jarum suntik, serta hubungan ibu dan anak.

  • Seks

Centers for Disease Control (CDC) dan Mayo Clinic, Amerika Serikat, mencantumkan hubungan seks tanpa kondom sebagai penyebab utama penularan HIV dan AIDS. Sementara semua hubungan seks tanpa kondom berisiko, seks anal membawa risiko yang lebih tinggi dibandingkan seks vaginal atau oral. Hal ini dikarenakan epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Seks dengan beberapa pasangan dan adanya penyakit menular seksual juga dapat meningkatkan risiko infeksi HIV.

  • Transfusi atau transplantasi

Infeksi HIV melalui transplantasi organ atau jaringan dan transfusi darah memang sudah langka saat ini. Pasalnya, penerapan standar keamanan darah kini sudah semakin memadai dan berkualitas baik bagi semua pasien yang memerlukan transfusi. Namun, risiko tertular infeksi HIV melalui transfusi darah dan transplantasi organ atau jaringan tetap saja perlu diwaspadai.

  • Jarum suntik

Virus dapat dengan mudah ditularkan melalui jarum suntik terkontaminasi dengan darah bermuatan HIV. Untuk alasan ini, pengguna narkoba yang berbagi jarum suntik berisiko tinggi tertular HIV. Penularan juga bisa terjadi melalui jarum yang tidak disterilisasi yang dipakai berulangkali dalam kegiatan seperti peyuntikan obat, imunisasi serta pemakaian alat tusuk yang menembus kulit seperti alat tindik, tato, dan alat yang digunakan untuk facial wajah

  • Kehamilan

HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang positif HIV, dan melahirkan lewat vagina kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (mother-to-child transmission) ini berkisar hingga 30%, di mana dari setiap sepuluh kehamilan dari ibu positif HIV kemungkinan ada tiga bayi yang lahir dengan positif HIV.

Sumber gambar : brigif9kostrad.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY