Bagaimana cara Malaria Menular?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain demam berdarah, malaria adalah penyakit bawaan nyamuk lainnya yang sering ditemukan di Indonesia. Bahkan, malaria hingga saat ini masih menjadi isu kesehatan global. Ini karena malaria termasuk penyakit serius dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diberikan penanganan. Terlebih bila yang terjangkit adalah wanita hamil, bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia. Kabar baiknya, Kementrian Kesehatan RI melaporkan bahwa angka kejadian di Indonesia mengalami penurunan, di mana tercatat 465.764 kasus positif malaria tahun 2014. Namun, di tahun 2015 angka tersebut menurun menjadi 209.413  kasus. Kendati demikian, malaria tetap perlu diwaspadai terlebih kala musim hujan seperti saat ini.

Malaria disebabkan oleh suatu jenis parasit yang disebut plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang umumnya berkeliaran saat senja dan malam hari. Ada banyak jenis plasmodium, namun hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada manusia, yaitu plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium ovale, plasmodium malariae, dan plasmodium knowlesi.

Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia, parasit mulai memasuki aliran darah menuju hati. Infeksi akan berkembang di liver sebelum parasit memasuki kembali aliran darah dan menginfeksi sel darah merah. Parasit kemudian tumbuh dan berkembang biak dalam sel darah merah. Secara berkala setiap 48-72 jam, sel-sel darah yang terinfeksi akan pecah dan melepaskan lebih banyak parasit ke dalam aliran darah. Inilah fase di mana gejala-gejala malaria mulai muncul. Setiap kali sel darah merah pecah, orang yang terinfeksi akan mengalami demam, menggigil dan berkeringat hebat. Parasit bisa menetap di dalam tubuh hingga satu tahun sehingga meskipun sudah sembuh, malaria bisa saja kambuh.

Malaria bukan penyakit yang menyebar dari orang ke orang seperti pilek atau flu, dan tidak menular pula lewat kontak seksual. Namun, karena parasit yang menyebabkan malaria dapat memengaruhi sel-sel darah merah, seseorang dapat terkena malaria melalui paparan darah dari orang yang terinfeksi, yaitu dari ibu ke janin ketika dalam kandungan, berbagi jarum suntik, dan transfusi darah. Namun, angka kejadian karena paparan darah ini terbilang jarang.

Siapa pun dapat terjangkit malaria. Namun, beberapa orang menjadi lebih berisiko, terutama mereka yang tinggal di daerah endemik malaria. Di Indonesia sendiri cukup banyak wilayah yang menjadi endemik malaria, terutama di Indonesia Timur. Meski Anda tidak hidup di wilayah endemik malaria, risiko malaria meningkat jika Anda bepergian ke wilayah endemik malaria. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY