Bagaimana Dan Mengapa Seseorang Kena Kanker

SehatFresh.com – Saat ini, tampaknya kebanyakan orang sudah tidak asing dengan yang namanya penyakit kanker. Gaya hidup tidak sehat dan genetika telah dianggap sebagai dua hal utama yang menjadi penyebab kanker. Menurut analisis matematika oleh para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, 65 persen risiko kanker adalah karena kesalahan dalam sel DNA  yang dapat terjadi ketika pembelahan.

Sel-sel dalam tubuh secara terus-menerus melakukan pembelahan dan mengisi jaringan tubuh dengan sel-sel baru yang sehat. Di antara semua sel-sel ini, sel-sel induk dalam organ adalah yang paling aktif melakukan pembelahan. Setiap kali sel-sel membelah, kesalahan dapat terjadi dalam molekul DNA yang mengatur pertumbuhan sel berikutnya. Umumnya, tubuh memperbaiki kesalahan-kesalahan ini, tapi terkadang ada yang “terlewatkan”. Akibatnya, sel dan turunannya mewarisi kesalahan genetik dan tumbuh tak terkendali, dan akhirnya menjadi kanker.

Perubahan yang terjadi pada sel, terutama disebabkan oleh sinar UV, sinar X dan bahan-bahan kimia penyebab kanker. Contoh sederhanya, kita tahu bahwa rokok mengandung zat pemicu kanker (karsinogen). Zat tersebut bisa mengikat DNA dan ikatan inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan struktur DNA. Semakin lama seseorang merokok, semakin banyak pula zat-zat penyebab kanker yang masuk ke dalam tubuh, sehingga semakin tinggi risiko terjadinya perubahan struktur dalam gen.

Menurut penelitian, semakin jenis sel induk tertentu melakukan pembelahan, semakin besar kemungkinan kesalahan genetik akan terjadi dan semakin tinggi kemungkinan kanker. Sel-sel induk seluruh tubuh tumbuh dan membelah pada tingkat yang berbeda, tergantung pada jaringan tempat tinggalnya. Misalnya, sel usus besar diisi ulang pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada sel-sel dalam perut atau usus kecil. Itulah sebabnya mengapa kanker usus besar lebih umum dari kanker lambung.

Kendati demikian, bukan berarti faktor gaya hidup, lingkungan dan genetika tidak memainkan peran penting. Faktor keturunan dengan sekitar 10 sampai 15 persen dari kasus kanker. Sementara, gaya hidup dan lingkungan menunjukkan persentase yang sedikit lebih tinggi. Kemungkinan kesalahan DNA semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia, hal ini dikarenakan semakin seseorang “berumur”, fungsi tubuhnya semakin menurun. Ini juga meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pada pembelahan sel.

Untungnya, deteksi kanker dini menjadi semakin dipermudah karena sudah semakin tersedianya berbagai metode pemeriksaan kanker. Seperti kebanyakan kondisi medis lainnya yang mengancam jiwa, diagnosis dini dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan dan memperpanjang harapan hidup.

Menerapkan pola hidup sehat sebagai kebutuhan berkontribusi pada fungsi tubuh yang optimal. Lebih banyak aktivitas fisik, menjaga berat badan yang sehat, membatasi asupan alkohol dan diet seimbang, merupakan benteng pertahanan Anda terhadap kanker.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY