Bagaimana Kualitas ASI dari Ibu yang Berpuasa?

www.sehatfresh.com

Sehatfresh.com – Ibu menyusui yang ingin berpuasa boleh-boleh saja lho. Menurut penelitian, puasa dalam waktu yang tidak berkepanjangan sebenarnya tidak mengurangi asupan nutrisi dan produksi ASI. Jadi, ibu yang sedang menyusui jangan khawatir akan ASI saat menjalankan ibadah puasa.

Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia dr. Utami Roesli, SpA., IBCLC., FABM mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa dari sisi medis. Hal ini karena saat berpuasa, ibu menyusui tetap bisa makan tiga kali sehari. “Hanya jadwal makannya saja yang diubah,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, ibu menyusui yang berpuasa tak perlu khawatir kualitas ASI-nya akan menurun. Hal ini karena saat seorang ibu menyusui mengalami kurang gizi ringan dan sedang sekalipun, ASI masih bisa keluar dengan jumlah dan komposisi yang cukup untuk si bayi. ASI, kata Utami, baru bisa terganggu bila ibu mengalami kurang gizi berat.

“Oleh karena itu, ibu menyusui harus mengonsumsi makanan bergizi. Itu jauh lebih baik ketimbang harus memberi susu formula yang harus membutuhkan air bersih yang belum tentu steril saat proses pengolahan dilakukan,” jelasnya panjang lebar.

Salah satu kekhawatiran banyak ibu menyusui yang berpuasa adalah tubuh yang mudah lemas. Padahal, kata Utami, tak ada alasan ibu menyusui yang berpuasa untuk menjadi lemas. “Karena energi saat ibu menyusui bayi sebenarnya sama dengan energi yang dikeluarkan saat bernafas,” tambahnya.

Utami juga membantah kalau aktivitas menyusui membuat ibu menjadi cepat lapar. “Semua orang yang berpuasa pasti akan merasa lapar. Jadi, ibu menyusui atau tidak, kalau puasa ya, memang lapar,” tegasnya.

Kekhawatiran lainnya ialah bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI bila sang ibu berpuasa. Menanggapi hal tersebut, Utami menjelaskan, bahwa ASI tidak mungkin akan berkurang karena produksi ASI sebenarnya disesuaikan dengan permintaan bayi. “ASI yang tak keluar, penyebabnya lebih berkaitan dengan kondisi psikis ibu, misalnya stres. Rangsangan produksi ASI bukanlah karena isapan bayi, tapi pengosongan susu itu sendiri,” katanya.

Sejumlah penelitian juga membuktikan puasa tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI secara signifikan. Berdasarkan penelitian pada tahun 2006 yang dilakukan oleh Rakicioglu dan kawan-kawan di Turki, misalnya, menyebutkan kandungan makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) di dalam ASI ibu yang berpuasa tidak terpengaruh secara signifikan. Namun, kandungan mikronutrien, seperti kalium, zinc, dan magnesium mengalami penurunan saat ibu berpuasa. Penelitian ini dilakukan pada ibu menyusui yang memiliki anak berusia 2–5 bulan yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Senada dengan penelitian yang dilakukan di Turki, hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2000 oleh Bener dan kolega di Uni Emirat Arab menemukan, komposisi ASI ibu tidak terpengaruh secara signifikan selama berpuasa. Walaupun ditemukan sedikit peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol pada akhir Ramadhan, angka yang ditemukan sangat kecil dan tidak signifikan. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY