Bagaimana Seorang Anak Tertular HIV?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar penyakit HIV atau AIDS? Kebanyakan masyarakat menganggap HIV adalah penyakit dengan label “negatif” karena seringkali disebabkan oleh perilaku seksual yang tidak sehat ataupun penggunaan obat terlarang. HIV memang termasuk ke dalam deretan penyakit yang bisa menular secara seksual dan dapat pula menular melalui berbagi jarum suntik atau transfusi darah. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat terinfeksi HIV.

HIV adalah infeksi yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Dengan merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan organisme yang memicu penyakit. Sedangkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah bentuk infeksi HIV kronis yang berpotensi mengancam jiwa. Banyak penderita HIV yang dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Padahal, seseorang hanya akan tertular jika darah, air mani, atau cairan vagina orang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh. Dengan kata lain, seseorang tidak akan tertular hanya dengan memeluk, mencium, atau berjabat tangan dengan penderita HIV. Namun, dalam kasus HIV pada anak, penyebab utamanya adalah transmisi perinatal, di mana penularan HIV dari ibu ke anak terjadi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Seiring dengan virus yang semakin berkembang biak dan merusak sel imun, tubuh akan mulai menunjukkan gejala infeksi moderat hingga kronis, seperti:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Diare berulang
  • Infeksi paru-paru
  • Pembesaran limpa atau hati
  • Infeksi jamur pada mulut
  • Pembesaran kelenjar getah bening di beberapa area tubuh
  • Pertumbuhan yang lambat

Dalam kebanyakan kasus HIV di negara berkembang, tuberculosis (TB) menjadi masalah kesehatan yang sangat umum dan sering menjadi penyebab kematian anak-anak yang hidup dengan HIV. Selain itu, penderita HIV juga menjadi sangat rentan terkena kanker tertentu. Salah satunya limfoma. Jenis kanker ini berasal sel darah putih dan biasanya pertama kali muncul dalam kelenjar getah bening.

Jika tidak mendapat perawatan, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dalam kurun waktu 10 tahun. Akan tetapi,hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV. Obat-obatan yang ada hanya dapat memperlambat perkembangannya. Banyak uji klinis yang telah melaporkan bahwa beberapa obat HIV, terutama bila digunakan dalam bentuk kombinas, bekerja dengan baik dan aman pada anak-anak. Begitu pengobatan dimulai, anak yang positif HIV harus diperiksa secara berkala guna memastikan obat-obatan yang digunakan bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan efek samping serius. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here