Bahaya Anoreksia Bagi Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anoreksia nervosa atau lebih sering disebut anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan yang luar biasa dan tidak rasional bila menjadi gemuk sehingga penderitanya melakukan berbagai cara untuk menjadi sangat kurus. Tidak peduli berapa banyak berat badannya telah turun, penderita anoreksia mungkin tidak pernah merasa dirinya cukup kurus. Ini karena penderita anoreksia cenderung memiliki persepsi berat badan yang menyimpang. Bukan makanan yang menjadi masalah dalam anoreksia. Anoreksia lebih merujuk pada cara tidak sehat yang dilakukan oleh penderita untuk mengatasi masalah emosionalnya.

Orang yang menderita anoreksia akan menggunakan metode ekstrim untuk menurunkan berat badannya, seperti dengan menahan lapar dan membiarkan dirinya kelaparan, olahraga berlebihan, sangat membatasi asupan makanan, dan sering menggunakan obat pencahar. Penderita anoreksia cenderung menimbang berat badannya berulang kali, mengatur porsi makannya dengan sangat hati-hati, dan hanya makan makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit.

Anoreksia sangat membahayakan kesehatan tubuh. Membiarkan diri kelaparan berarti membiarkan tubuh kekurangan gizi. Pada dasarnya, anoreksia dapat disembuhkan dengan menjalankan pengobatan rutin. Meskipun anoreksia telah diobati, penderita anoreksia kronis dihadapkan dengan penyakit serius lainnya.

Ada sejumlah komplikasi potensial dan risiko kesehatan yang mengintai para penderita anoreksia nervosa. Komplikasi dari anoreksia menjadi lebih parah seiring dengan perkembagan penyakit yang juga semakin parah. Maka seseorang yang menderita anoreksia harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk mengurangi risiko timbulnya komplikasi jangka panjang yang akan semakin memperburuk kondisi penderita. Kekurangan gizi akibat anoreksia bisa mengakibatkan kelelahan atau kekurangan energi dan semakin lama menjadi kondisi yang lebih parah, dan bahkan hingga kematian.

Beberapa risiko kesehatan ringan dari anoreksia yang biasa ditemui pada penderitanya, yaitu kelelahan, tingkat metabolisme menurun, masalah kulit, pusing dan sakit kepala, dehidrasi, sesak napas, kembung, sembelit, rambut rontok, sakit perut, menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi sama sekali (amenore) pada perempuan, dan testosteron rendah pada laki-laki.

Selain itu, ada juga beberapa risiko kesehatan yang lebih parah akibat anoreksi terutama jika anoreksia tidak diobati untuk jangka waktu yang lama. Beberapa kondisi kesehatan ini dapat terjadi ketika seseorang menjadi sangat kurus, sedangkan kondisi serius lainnya dapat terjadi akibat komplikasi ringan dari anoreksia yang semakin memburuk akibat anoreksia yang dibiarkan. Beberapa komplikasi parah untuk anoreksia, yaitu detak jantung tidak teratur, gula darah rendah, osteoporosis, kerusakan ginjal dan hati, insomnia, anemia, depresi, infertilitas, kerusakan usus akibat penggunaan obat pencahar berlebihan, serangan jantung nokturnal akibat kalium rendah, gagal jantung, dan kematian.

Jika seseorang yang menderita gangguan makan seperti anoreksia menjadi sangat kekurangan gizi, komplikasi medis dan risiko kesehatan dari anoreksia dapat memengaruhi hampir setiap organ dalam tubuh. Pada kasus yang parah, organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal dapat mengalami kerusakan. Kerusakan ini mungkin bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan meskipun anoreksia berhasil diobati.

Sulit untuk mencegah anoreksia dan kondisi ini juga bisa sangat sulit untuk diatasi. Akan tetapi, penderita anoreksia berpeluang tinggi untuk sembuh bila sesegera mungkin mendapatkan pengobatan yang tepat dan konsisten. Semakin cepat pengobatan dan pemulihan anoreksia dimulai, semakin kecil kemungkinan penderita menderita komplikasi anoreksia yang serius.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY