Bahaya Asma pada Anak

SehatFresh.com – Asma merupakan masalah pernapasan yang cukup sering dijumpai di kalangan anak-anak. Penyakit ini mengakibatkan paru-paru dan saluran pernapasan mudah meradang ketika terpapar pemicu tertentu.  Meskipun penyebabnya belum diyakini secara pasti, asma pada anak-anak bisa terjadi karena sistem imun yang menjadi terlalu sensitif akibat faktor keturunan, infeksi pernapasan tertentu, dan faktor lingkungan seperti terlalu sering terpapar asap rokok. Meskipun asma pada beberapa anak hilang seiring pertambahan usianya, asma pada anak bisa berlanjut dan kambuh seumur hidup.

Gejala asma pada anak tidak selalu sama, tergantung keparahannya. Secara umum, gejala asma meliputi batuk-batuk, mengi, sesak napas, dan nyeri dada. Beberapa anak mungkin merasakan gejala ringan yang dirasakan hampir setiap hari. Gejala tersebut dapat semakin parah ketika terkena paparan udara dingin atau asap rokok. Sementara itu, pada beberapa anak lainnya, tidak ada gejala yang mengganggu, namun anak tersebut seketika bisa mengalami serangan asma yang berat. Untuk itu, diperlukan perawatan yang tepat untuk mengendalikan kekambuhan asma. Pasalnya, asma yang tak terkendali dapat menimbulkan berbagai komplikasi ringan hingga berat, yaitu:

  • Kelelahan dan masalah tidur. Beberapa pasien asma sering mengalami kekambuhan gejala di malam hari. Jika tidak diberikan penanganan, hal ini dapat mengganggu kualitas tidur sehingga anak mudah lelah di siang hari dan sulit berkonsentrasi. Anak menjadi gampang sakit karena daya tahan tubuhnya menurun. Hal ini semakin menurunkan kualitas kesehatannya. Keaktifan dan prestasi anak di sekolah pun akan terkena dampaknya.
  • Penyempitan saluran napas permanen. Asma kronis dapat menyebabkan perubahan pada jaringan yang mengelilingi saluran udara. Hal ini karena asma berulang menyebabkan peradangan berulang, sehingga menimbulkan fibrosis saluran napas (jaringan parut), sehingga membuat saluran napas menyempit secara permanen (airway remodeling).
  • Efek sosial. Anak bisa terserang asma kapan saja dan di mana saja. Hal ini dapat mengakibatkan anak sering bolos sekolah dan kehilangan waktu bermainnya yang berharga. Banyak orang tua juga membatasi kegiatan fisik dan sosial anak-anak mereka karena alasan keselamatan. Ini memang demi kebaikan. Tapi, pembatasan kegiatan di luar ini dapat menurunkan peluang anak untuk melakukan interaksi sosial. Sebagai dampaknya, anak merasa terisolasi dan sendirian.
  • Efek emosional. Sesak napas akibat asma dapat menyebabkan stres dan trauma. Anak mungkin mengalami ketakutan karena merasa seolah ia akan meninggal. Rasa takut tersebut dapat menjadi kecemasan yang berkelanjutan. Padahal, kondisi emosi yang tidak baik dapat meningkatkan risiko kekambuhan asma itu sendiri.
  • Kematian. Setiap gejala asma (ringan atau berat) perlu ditanggapi serius karena gejala asma ringan pun berpotensi mengancam jiwa dalam waktu singkat. Sumbatan jalan napas asma umumnya benar-benar dipulihkan dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru, jantung, atau organ lainnya. Serangan asma berat menyempitkan jalan napas. sehingga mengakibatkan kesulitan bernapas. Sesak napas yang merupakan manifestasi utama gejala asma dapat mengakibatkan hipoksia (kekurangan oksigen), yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kerusakan otak, dan bahkan berujung kematian.

Mengingat bahayanya yang tidak bisa diremehkan, sangat penting bagi penderita asma untuk mengetahui apa saja yang menjadi pemicunya. Karena pengendalian asma bergantung pada obat, sangat penting juga untuk selalu membawa obat asma sebagai antisipasi ketika bepergian. Asma yang terkendali dengan baik tentunya dapat meminimalisir kunjungan ke dokter dan menghindarkan anak dari komplikasi yang membahayakan nyawanya, sehingga kualitas hidup anak pun jadi semakin baik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY