Bahaya Buang Air Besar pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Melihat anak buang air besar berdarah tentunya membuat orang tua menjadi panik. Pendarahan saluran pencernaan ketika anak buang air besar bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang serius. Maka sangat penting untuk segera mengidentifikasi sumber pendarahan. Pendarahan bisa datang dari berbagai daerah di saluran pencernaan. Ini berkaitan dengan sejumlah kondisi medis lain yang bisa sangat serius.

Buang air besar berdarah biasanya mengindikasikan pendarahan di saluran atas pencernaan (lambung dan usus kecil) dan atau saluran pencernaan bawah (kolon, rektum, dan anus).  Pendarahan dari saluran pencernaan bagian atas biasanya menyebabkan feses menjadi kehitaman atau seperti aspal. Anak juga mungkin mengeluarkan muntahan merah atau hitam yang terlihat seperti bubuk kopi. Sedangkan pendarahan dari saluran pencernaan bawah biasanya menyebabkan feses menjadi bercampur darah berwarna merah terang, atau feses menjadi berwarna marun.

Sebagian besar anak-anak yang buang air besar berdarah tidak disebabkan oleh kondisi yang serius. Namun, tidak mungkin dapat mengetahui penyebab pendarahan tanpa dilakukan pemeriksaan. Maka bila anak mengalami buang air besar berdarah, lebih baik segera diperiksakan sehingga bisa diketahui penyebab pastinya dan bagaimana cara menanganinya. Terutama bila pendarahan terjadi lebih dari dua kali, anak muntah darah atau mengalami diare, atau usia anak kurang dari 12 minggu.

Buang air besar berdarah telah dikaitkan dengan beberapa penyebab berikut ini:

  • Fisura ani. Dalam kebanyakan kasus, anak yang buang air besar berdarah memiliki fisura ani. Fisura ani didefinisikan sebagai sobekan kecil pada jaringan lembab tipis yang melapisi anus. Kondisi ini seringkali menyebabkan rasa nyeri dan pendarahan ketika buang air besar. Biasanya, darah yang disebabkan oleh kondisi ini berwarna merah terang.
  • Infeksi usus, baik itu yang disebabkan oleh bakteri atau virus, dapat menyebabkan adanya darah dalam feses. Pendarahan sering terjadi sebagai akibat dari diare parah. Salmonella, Shigella, dan coli adalah bakteri penyebab infeksi usus umum yang dapat menyebabkan buang air besar berdarah pada anak-anak.
  • Keracunan makanan. Diare dan buang air besar berdarah juga bisa menjadi gejala dari keracunan makanan. Keracunan makanan terjadi akibat mengonsumsi makanan yang tercemar oleh organisme seperti bakteri, virus, dan parasit. Pada umumnya, keracunan makanan ditandai dengan beberapa kombinasi gejala mulai dari mual, muntah, dan diare yang mungkin berdarah.
  • Irritable bowel syndrome (IBS). Anak-anak yang menderita sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), mungkin mengalami sembelit dan kemudian menderita diare. Kondisi ini ditandai dengan kebiasaan buang air besar yang tidak teratur dan dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat buang air besar. Beberapa anak dengan IBS mengalami buang air besar berdarah. Pendarahan biasanya disebabkan oleh diare kronis atau ketika mengejan untuk buang air besar. IBS tidak dikatakan sebagai kondisi yang sangat membahayakan, tetapi perkembangan penyakit dapat mengakibatkan kerusakan usus atau menjadi penyakit kronis lainnya.
  • Penyakit radang usus. Penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa adalah kondisi peradangan kronis di mana lapisan saluran pencernaan menjadi meradang. Peradangan menyebabkan gejala seperti buang air besar berdarah, diare, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Polip usus. Meskipun terbilang jarang, polip usus adalah kondisi serius yang mungkin menjadi penyebab buang air besar berdarah pada anak. Salah satu gejalanya adalah pendarahan anus tanpa rasa sakit.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY