Bahaya dan Komplikasi Solusio Plasenta

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Solusio plasenta merupakan peristiwa lepasnya plasenta dari tempat melekatnya yang normal pada uterus sebelum janin dilahirkan. Sedangkan menurut Mochtar, solusio plasenta adalah suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum janin lahir. Biasanya dihitung sejak kehamilan 28 minggu.

Fungsi dari organ plasenta adalah memberikan nutrisi serta oksigen pada janin yang dikandung.

Bahaya Solusio Plasenta

Lalu bagaimana jika ibu hamil terkena solusio plasenta?. Solusio plasenta ini cukup berbahaya baik bagi kehidupan ibu maupun janinnya. Karena jika tidak ditangani segera, dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin. Bahaya lain yaitu dapat menyebabkan perdarahan hebat bagi sang ibu, dan bayi yang dikandung dapat mengalami penurunan asupan nutrisi karena fungsi utama dari plasenta akan terganggu.

Komplikasi Solusio Plasenta

Komplikasi dari solusio plasenta ini tergantung dari luasnya plasenta yang terlepas, usia kehamilan, serta lamanya solusio plasenta berlangsung. Berikut komplikasi yang dapat terjadi jika ibu terkena solusio plasenta:

  1. Syok perdarahan

Umumnya kejadian perdarahan antepartum dan intrapartum pada solusio plasenta hampir tidak dapat dicegah, kecuali dengan menyelesaikan persalinan segera. Bila persalinan telah dilakukan, penderita belum bebas dari perdarahan postpartum karena kontraksi pada uterus yang tidak kuat untuk menghentikan perdarahan pada kala II. Pada solusio plasenta berat keadaan syok sering tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang ada.

  1. Gagal ginjal

Komplikasi yang sering terjadi pada penderita solusio plasenta adalah gagal ginjal. Gagal ginjal ini disebabkan oleh keadaan tubuh yang kekurangan cairan karena perdarahan yang terjadi. Selain gagal ginjal, penderita solusio plasenta dapat mengalami gangguan lain yaitu oligouria, keadaan dimana terjadi sumbatan pada glomerulus ginjal dan dapat menimbulkan perdarahan karena atonia uteri.

  1. Kelainan pembekuan darah

Kelainan pembekuan darah ini biasanya disebabkan oleh hipofibrinogenemia atau penurunan fibrinogen sehingga menganggu proses pembekuan darah.

  1. Aploplexi uteroplacenta (Uterus couvelaire)

Pada solusio plasenta yang berat akan terjadi perdarahan dalam otot-otot rahim dan di bawah perimetrium, kadang-kadang juga dalam ligamentum latum. Perdarahan ini dapat menyebabkan gangguan kontraksi uterus dan membuat warna uterus berubah menjadi biru atau ungu, yang disebut sebagai uterus couvelaire.

  1. Komplikasi pada janin

Selain pada ibu, komplikasi juga dapat terjadi pada janin. Seperti Fetal distress, gangguan pertumbuhan/perkembangan, anemia, kekurangan oksigen dan bahkan kemungkinan beratnya bagi janin adalah kematian (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY