Bahaya dan Pencegahan Kematian Janin Terlilit Tali Pusat

SehatFresh.com РTali pusat yang menghubungkan ibu dengan janin tampak seperti seutas tali yang melayang dalam air ketuban. Fungsinya  selain untuk mentransfer makanan dan oksigen bagi janin, juga sebagai saluran ekskresi janin untuk membuang sisa-sisa metabolisme tubuhnya. Tali pusat bukan sekadar tali dengan tiga pembuluh darah (dua pembuluh darah arteri dan satu pembuluh balik), karena jaringannya mengandung wharton jelly. Keberadaan wharton jelly membuat tali pusat bersifat elastis dan tak mudah terlipat, walaupun terdapat lilitan.

Panjang tali pusat normalnya adalah 50 sampai 75 cm, namun ada yang mencapai 90 cm bahkan lebih dan ada  juga kurang dari 50 cm meski yang ini sangat jarang terjadi. Panjang dan pendeknya tali pusat bergantung pada gerakan janin. Janin yang bergerak aktif merangsang pertumbuhan tali pusat menjadi lebih panjang ketimbang janin yang kurang banyak bergerak.

Risiko janin terlilit tali pusat juga meningkat pada kondisi kehamilan kembar atau kehamilan dengan cairan ketuban berlebih (polihidramnion).

Bahaya Janin Terlilit Tali Pusat

Meskipun 20% kehamilan, dalam mengalami janin terlilit tali pusat sebanyak satu kali bisa saja terjadi dan 40% di antaranya dapat melahirkan dengan proses persalinan normal, pemantauan secara intensif oleh dokter spesialis kandungan sangatlah diperlukan. Pasalnya, kehamilan bisa mengalami janin terlilit tali pusat sebanyak tiga lilitan dan semakin berbahaya jika yang terjadi adalah lilitan membentuk simpul mati. Kondisi ini akan menyebabkan janin tidak mendapatkan suplai oksigen hingga ada kemungkinan janin mengalami kematian. Oleh karena itu harus segera dilakukan persalinan melalui operasi caesar karena kontraksi rahim pada persalinan normal akan semakin menekan plasenta dan memperburuk kondisi janin.

Kehamilan janin terlilit tali pusat merupakan suatu kondisi yang tidak dapat dihindari atau dicegah. Maka itu pemeriksaan kehamilan secara rutin sangatlah diperlukan untuk memantau perkembangan kesehatan janin dan ibu.

Pencegahan Kematian Janin Terlilit Tali Pusat

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk pencegahan kematian janin terlilit tali pusat yaitu dengan memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring. Namun, bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia), persalinan harus segera dilakukan dengan operasi caesar.

Untuk pencegahan saat kehamilan berlangsung, lakukan pemeriksaan teratur dengan bantuan USG untuk melihat apakah ada gambaran tali pusat di sekitar leher. Namun, tidak dapat dipastikan sepenuhnya bahwa tali pusat tersebut melilit leher janin atau tidak. Apalagi untuk menilai erat atau tidaknya lilitan. Namun, dengan USG berwarna (collor dopper) atau USG tiga atau empat dimensi, Anda dapat lebih memastikan tali pusat tersebut melilit atau tidak di leher janin, serta menilai erat tidaknya lilitan tersebut.

Sumber gambar : wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY