Bahaya Darah Rendah pada Ibu Hamil saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anda sedang hamil dan kerap pusing dan lemas? Itu tandanya tensi rendah saat hamil. Pada trimester 2 kehamilan, secara alamiah mamil mengalami hipotensi, yaitu penurunan tekanan darah karena perubahan hormonal dan sirkulasi darah selama kehamilan.

Tekanan darah menurun karena terjadi peningkatan volume darah dalam sirkulasi dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Selain itu, seiring membesarnya rahim juga membuat tekanan pada pembuluh darah semakin besar.

Saat ini masih saja ditemukan banyak kasus kerancuan, yang menganggap bahwa tekanan darah rendah sama dengan kurang darah. Namun nyatanya, anggapan ini benar-benar keliru, gejala yang ditimbulkan antara kurang darah dan tekanan darah rendah mungkin sama, yakni berupa gejala pusing, kurang semangat, sering mengantuk dan masih banyak lagi.

Kurang darah adalah konsisi dimana tubuh mengalami kurangnya pasokan sel darah merah (hemoglobin), yang bertugas membawa dan mengedarkan nutrisi serta oksigen keseluruh tubuh. Kurang darah ini disebut juga dengan anemia. Adapun penyebabnya dipicu sebagai akibat dari gaya hidup yang kurang sehat, seperti salah satunya diet ekstrim. Cara mengatasinya pun bisa dilakukan dengan cukup memiliki waktu istirahat dan ubah pola diet menjadi lebih sehat.

Sementara itu, pengertian ini berbeda dengan tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang amat rendah atau berada dibawah tekanan darah normal yakni diukuran 120/80 mmhg, jika timbul tekanan darah maka hal ini akan berakibat pada munculnya gejala mual, pusing, lemas, kelelahan, jantung berdebar-debar, sesak napas, demam, muncul keringat dingin dan lain-lain. Bahkan jika tekanan darahnya lebih rendah lagi, hal ini dapat mengakibatkan pasokan darah kurang dan tidak dapat menjangkau dan mengaliri hingga kebagian otak. Apabila hal ini terjadi maka dapat mengancam dan membahayakan jiwa.

Bahaya darah rendah pada ibu hamil dan calon bayi, seperti berikut ini :

  1. Resiko mengalami morning sickness. Tekanan darah yang rentan dan membahayakan ketika ia menyerang ibu hamil, di mana masa kehamilannya berada dalam trimester ke dua dan ke tiga. Salah satu kebiasaan buruknya adalah mengalami penyebab morning sickness, yakni merupakan sindrom mual dan muntah yang terjadi saat pagi hari. Semakin banyak yang di keluarkan ibu hamil tiap pagi, maka tekanan darahnya juga semakin buruk dan rendah.
  2. Mengganggu proses pertumbuhan si janin. Kondisi tekanan darah yang rendah menjadi pertanda kondisi fisik anda. Aliran darah yang berada dari jantung ke seluruh tubuh serta yang dari seluruh tubuh ke jantung mengalami perjalanan lambat. Padahal kondisi normalnya, darah harus segera di ganti dengan yang baru. Siapakah yang paling membutuhkan darah? Otak. Bukan hanya berpengaruh pada otak ibu, tapi juga pada otak janin yang ada di dalam perut. Padahal masa-masa ini merupakan masa otak janin sedang berkembang dengan pesat. Apabila kebutuhannya tidak terpenuhi, yang ditakutkan adalah janin mengalami kecacatan.
  3. Resiko meninggalnya bayi di dalam perut. Selain itu, pada masa trimester ke dua dan ke tiga, janin sedang mengalami masa perkembangan beberapa organ vital dalam tubuhnya. Misalnya adalah perkembangan janin, otak dan jantung. Ketika kondisi ibu yang tidak stabil, seperti tekanan darah rendah bisa sangat berpengaruh pada jantung si janin. Sebab pada masa itu jantung janin tengah mengalami masa pertumbuhan, maka bentuknya juga belum sempurna. Jika denyut dari ibunya tidak stabil, bisa mengganggu denyut jantung dari bayi. Salah satu kemungkinan terburuknya adalah janin yang meninggal dalam kandungan dalam kandungan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY