Bahaya Gula Darah Rendah (Hipoglikemia) saat Puasa pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Waktu makan saat puasa diganti dengan waktu saat sahur dan berbuka. Tidak jarang orang mengalami gangguan pencernaan saat menjalankan ibadah puasa. Tapi ingat, gangguan kesehatan itu bukan akibat dari berpuasa, melainkan karena asupan makanan yang kita konsumsi pada saat berbuka dan sahur kadang tidak sesuai dengan anjuran.

Ada beberapa risiko gangguan kesehatan pada remaja yang bisa terjadi saat menjalankan ibadah puasa. Para penderita diabetes dihadapkan pada perubahan jadwal maupun pola makan serta perubahan aktivitas yang dapat mengarah pada tidak terkendalinya kadar gular darah, seperti gula darah menjadi terlalu rendah. Kondisi ini disebut hipoglikemia.

Biasanya hipoglikemia lebih sering terjadi pada bayi baru lahir dibandingkan remaja, namun keadaan ini tetap harus diwaspadai. Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah hingga dibawah 60 mg/dl. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL. Sementara pada penderita diabetes (diabetes memiliki beberapa type, jadi silahkan merujuk kepada jenis diabetes yang ada), kadar gula darahnya tersebut berada pada tingkat terlalu tinggi; dan pada penderita hipoglikemia, kadar gula darahnya berada pada tingkat terlalu rendah.

Hal ini sangat membahayakan bagi tubuh, terutama otak dan sistem syaraf, yang membutuhkan glukosa dalam darah yang berasal dari makanan berkarbohidrat dalam kadar yang cukup. Kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dl pada kondisi puasa, atau 100-180 mg/dl pada kondisi setelah makan.

Penderita diabetes yang berencana menjalankan ibadah puasa diharapkan senantiasa waspada akan ancaman hipoglikemia atau kekurangan gula darah. Hipoglikemia pada saat berpuasa kebanyakan terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa dan terutama pada pasien diabetes berusia lanjut.

Kadar gula darah yang rendah menyebabkan berbagai sistem organ tubuh mengalami kelainan fungsi. Otak sebagai organ yang sangat peka terhadap kadar gula darah yang rendah, akan memberikan respon melalui sistem saraf, merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin). Hal ini akan selanjutnya merangsang hati untuk melepaskan gula agar kadarnya dalam darah tetap terjaga. Jika kadar gula turun, maka akan terjadi gangguan fungsi otak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY