Bahaya Gula Darah Terlalu Rendah (Hipoglikemia) Saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebelum Ramadhan tiba, hendaknya fisik dan psikologis dipersiapkan agar ibadah puasa berjalan optimal tanpa adanya gangguan yang berarti. Bukan tanpa alasan, ini dikarenakan ada sejumlah risiko masalah kesehatan tertentu yang rentan terjadi di bulan puasa, terutama pada orang yang memiliki penyakit. Salah satunya, masalah di mana kadar gula darah terlalu rendah.

Secara medis, kadar gula darah terlalu rendah disebut hipoglikemia. Hipoglikemia bukan penyakit, melainkan indikator masalah kesehatan. Tubuh mempertahankan kadar gula darah normal antara 70-110 mg/dL. Gejala hipoglikemia biasanya muncul ketika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL. Gejala yang menjadi peringatan dini gula darah rendah meliputi lapar, gemetar, pusing, dan berkeringat. Dalam kasus yang lebih parah, Anda juga mungkin merasa bingung dan sulit berkonsentrasi.

Di bulan puasa, hipoglikemia rentan terjadi pada penderita diabetes yang berpuasa. Ini bisa terjadi karena penggunaan obat diabetes yang berlebihan, kurang asupan karbohidrat, melakukan aktivitas yang berlebihan dan mengonsumsi alkohol tanpa adanya asupan makanan. Orang yang tidak memiliki diabetes juga tidak lepas dari risiko hipoglikemia dikarenakan terlalu banyak asupan karbohidrat ketika makan sahur, sehingga tubuh mengeluarkan terlalu banyak insulin. Terutama bila yang dikonsumsi adalah jenis karbohidrat sederhana, kadar gula darah menjadi tidak stabil dan bahkan dapat menurun secara drastis. Bila Anda memiliki masalah hati atau ginjal, beberapa jam berpuasa sudah dapat menimbulkan gejala hipoglikemia, karena kadar gula darah tidak dapat dipertahankan pada tingkat normal akibat sistem tubuh yang terganggu.

Selama ini, kebanyakan orang lebih khawatir jika kadar gula darahnya tinggi. Padahal, efek gula darah rendah bisa lebih berbahaya karena bisa mematikan dalam jangka waktu singat, sedangkan efek gula darah tinggi sifatnya cenderung jangka panjang. Ketika gula darah menjadi terlalu rendah, seseorang bisa langsung ambruk seketika. Jika gejala peringatan dini hipoglikemia diabaikan terlalu lama, Anda bisa kehilangan kesadaran. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya cukup glukosa sehingga otak tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam kasus parah, orang dengan hipoglikemia dapat mengalami kejang, koma dan bahkan meninggal dunia.

Maka dari itu, bila merasakan gejala-gejala yang mengarah ke hipoglikemia terutama bila Anda juga seorang penderita diabetes, lebih baik batalkan puasa Anda. Karena bisa begitu berbahaya, maka harus dilakukan penanganan agar kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat. Ini bisa dilakukan dengan minum minuman manis, seperti teh manis, dan kemudian makan makanan berat seperti nasi. Hal ini dapat membantu mencegah timbulnya gejala dan komplikasi hipoglikemia yang lebih berbahaya.

Agar puasa tidak harus batal karena gula darah rendah, pastikan menu sahur Anda bergizi seimbang. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein dan lemak sehat. Karbohidrat kompleks kaya akan serat sehingga pencernaan makanan akan lebih lambat dan membuat Anda kenyang lebih lama. Sementara itu, protein dan lemak membantu memperlambat pencernaan karbohidrat sehingga membantu mengendalikan pelepasan insulin, membuat pelepasan energi menjadi lebih konstan dan kadar gula darah pun menjadi lebih stabil.

Jika Anda pasien diabetes yang memerlukan pengobatan insulin, cara paling aman untuk menghindari hipoglikemia adalah jangan malas memeriksa gula darah secara teratur dan jangan abaikan pula gejala yang menjadi peringatan awalnya. Untuk itu, menjelang Ramadhan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui bagaimana cara mengendalikan masalah kesehatan yang Anda miliki agar jangan sampai mengganggu kekhusyukan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY