Bahaya Hyperhidrosis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berkeringat adalah mekanisme alami bagi tubuh untuk melakukan pendinginan, dan hal ini juga dianggap sebagai keadaan tubuh yang sehat. Tidak semua orang memiliki keadaan fisik yang sama, sebagian orang berkeringat dengan frekuensi lebih sering serta banyak dibandingkan dengan orang lain, kondisi ini dinamakan hiperhidrosis.

Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat dalam jumlah lebih banyak untuk mendinginkan badan. Hiperhidrosis biasanya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial serta memalukan. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja termasuk pada remaja, untuk Anda yang sudah terkena penyakit ini tidak perlu cemas, karena bermacam cara bisa digunakan untuk mengatasinya, namun pada kasus yang parah, tak ada cara lain yang lebih efektif kecuali dilakukan operasi.

Hiperhidrosis bisa jadi berbahaya jika di diamkan, bahkan mematikan. Hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua menurut faktor pemicunya, seperti: hiperhidrosis bawaan lahir, pada hiperhidrosis ini, jika didiamkan tidak berbahaya dan tidak juga mematikan. Jenis kedua adalah hiperhidrosis yang di picu oleh penyakit lain. Hiperhidrosis pada jenis ini bisa jadi berbahaya dan mematikan jika Anda diamkan. Akan lebih berbahaya lagi adalah jika Anda tidak menyadari bahwa hiperhidrosisnya dipicu oleh penyakit lain. Berikut adalah beberapa bahaya yang bisa terjadi karena hiperhidrosis, antara lain:

  • Infeksi jamur kuku. Mereka yang mengeluarkan keringat berlebihan memicu tumbuhnya banyak jenis jamur. Itu karena jamur suka tumbuh di lingkungan hangat, lembab seperti di dalam sepatu yang basah karena keringat. Ini juga tergambar mengapa banyak orang mengalami infeksi pada kuku jari kaki ketimbang di kuku jari tangan. Infeksi kuku biasanya diawali dengan munculya titik putih atau kuning di bawah ujung kuku. Jika infeksi ini menyebar lebih dalam, kuku bisa menjadi tak berwarna, menebal dan tepian kuku menjadi rusak. Kadang kuku terlepas dan kulit di sekitarnya berwarna merah dan bengkak serta menebarkan bau tak sedap.
  • Infeksi bakteri dan kutil. Hiperhidrosis dapat menyebabkan infeksi bakteri, terutama di sekitar kantung rambut atau di antara jari kaki. Kondisi ini bisa juga memicu munculnya kutil, yaitu kulit tumbuh akibat human papillomavirus (HPV).
  • Ruam dan biang keringat. Ruam ini terjadi karena pori kulit di sekitar kelenjar keringat tertutup. Akibatnya, keringat terjebak di bawah kulit, yang menyebabkan bintik-bintik merah. Hal ini biasanya terjadi di daerah punggung bagian atas, dada atau lengan. Kondisi ini sering terjadi saat cuaca panas, lembab, dan korbannya kebanyakan anak-anak dan bayi.
  • Gula darah rendah. Gula darah merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia, jika kadar gula darah rendah, tubuh anda dipaksa untuk bekerja lebih keras tanpa adanya dorongan energi yang cukup sehingga menyebabkan Anda berkeringat.
  • Demam tinggi. Ketika demam, suhu badan manusia cenderung meninggi, namun tubuh akan mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhunya. Oleh karena itu banyak orang bilang ketika anda berkeringat ketika anda sakit, itu tandanya anda mulai menunjukkan gejala sembuh.
  • Hipertiroid. Kondisi jika tubuh anda memiliki terlalu banyak hormon thyroid, yaitu hormon yang berfungsi sebagai pengontrol metabolisme tubuh manusia. Salah satu gejala hipertiroid adalah sekresi keringat secara berlebihan.
  • Gangguan jantung. Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang sepatutnya anda waspadai, dan sayangnya keringat berlebih merupakan salah satu gejala gangguan jantung. Jika anda berkeringat secara berlebihan pada telapak tangan, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui adanya kemungkinan gangguan jantung bocor ASD dan VSD .
  • Tuberkulosis. Salah satu ciri utama dari penyakit tuberculosis adalah sekresi keringat berlebih karena keringat tersebut merupakan respon tumor nekrosis alfa yang diproduksi oleh imun manusia sebagai pertahanan diri dari bakteri tuberculosis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY