Bahaya Komplikasi Retensio Plasenta

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Retensio plasenta merupakan sebuah kondisi plasenta yang belum lahir dalam waktu setengah jam, setelah lahirnya bayi. Dengan kata lain hanya sebagian plasenta saja yang telah terlepas, sehingga membutuhkan tindakan plasenta manual dengan sesegera mungkin. Kondisi retensio plasenta juga dapat disertai dengan pendarahan yang banyak, sehingga harus segera diatasi.

Bahaya komplikasi retensio plasenta

Hanya saja banyak atau sedikitnya pendarahan juga tergantung dari bagian plasenta yang telah lepas. Melalui pemeriksaan dalam atau tarikan pada tali pusat, kelak bisa diketahui apakah plasenta sudah lepas atau belum. Bahaya yang dapat muncul dari retensio plasenta apabila tidak segera diatasi antara lain adalah:

  1. Retensio plasenta dapat menyebabkan pendarahan. Kondisi ini yang paling sering dialami oleh ibu pasca melahirkan. Terlebih lagi apabila retensio plasenta yang memiliki sedikit perlepasan hingga kontraksi memompa darah, namun bagian yang melekat menyebabkan luka tidak menutup.
  2. Retensio plasenta dapat menyebabkan infeksi. Sisa plasenta sebagai benda mati yang tertinggal di dalam rahim, tentu saja dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Kondisi tersebut akan menyebabkan infeksi di dalam tubuh ibu.
  3. Retensio plasenta juga dapat berubah menjadi plasenta inkarserata. Kondisi ini terjadi apabila plasenta melekat terus, sementara kontraks terus terjadi pada ostium.
  4. Retensio plasenta juga dapat berubah menjadi polip plasenta. Kondisi ini muncul sebagai massa proliferative yang menjadi infeksi sekunder dan nekrosis.
  5. Retensio plasenta juga dapat menyebabkan luka yang bisa menjadi ganas. Masuknya mutagen mengakibatkan perlukaan yang semula fisiologik, bisa berubah menjadi patologik. Kondisi kemudian bisa berubah menjadi karsinoma invasif, sehingga proses keganasan akan terus berlanjut.
  6. Retensio plasenta juga dapat menyebabkan sel menjadi tidak normal. Beberapa perubahan abnormal yang terjadi pada sel-sel tersebut menjadi langkah awal dari serangkaian perubahan yang berjalan lambat. Beberapa tahun ke depan bisa mengakibatkan kanker.

Penanganan retensio plasenta apabila tidak terjadi pendarahan

Retensio plasenta apabila tidak terjadi perdarahan, maka langkah awal penangannya bisa dengan memperbaiki keadaan umum pasien. Misalnya saja seperti pemberian infus, pemberian transfusi, pemberian antipiretika, pemberian antibiotika, hingga pemberian ATS.

Selanjutnya bisa dibantu dengan mengosongkan kondisi kandung kemih. Ahli medis kemudian akan memeriksa kondisi plasenta apakah sudah terjadi pemisahan atau belum. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara klein, kustner atau strassman.

Cara untuk melahirkan plasenta dengan cara manual

  1. Pengeluaran plasenta dengan cara manual bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya saja tangan kanan penolong meregangkan tali pusat, sementara tangan yang lain mendorong ringan.
  2. Cara lainnya untuk mengeluarkan plasenta secara manual adalah dengan cara memasukkan tangan penolong ke dalam cavum uteri. Kemudian lepaskan plasenta dari insertio, lantas mengeluarkanya.
  3. Apabila kondisi ostium uteri menyempit sehingga tangan tidak bisa masuk, maka cara lainnya adalah dengan melakukan hysterectomia untuk melahirkan plasenta. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here