Bahaya Konsumsi Santan Berlebihan saat Lebaran

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama puasa kita mudah menemui makanan dan minuman bersantan seperti kolak, wedang kacang hijau hingga variasi es. Olahan makanan bersantan bisa jadi ada di setiap rumah saat Lebaran. Sebenarnya, ada sederet manfaat dalam santan. Sayangnya, masyarakat banyak yang melakukan kesalahan turun-temurun dalam pengolahan makanan bersantan.

Sajian di Nusantara sudah biasa dengan sayur bersantan yang melalui proses pengolahan yang lama dan berulang-ulang merebusnya. Parahnya lagi, banyak yang memanaskan masakan tersebut agar tidak cepat basi. Adakah efek negatif terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut?

Konsultan dan ahli gizi My Meal Catering Semarang, Rahma Asfiyatul menjelaskan kalau santan itu sebetulnya tidak dianjurkan dikonsumsi berlebih karena kandungannya dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebih.

Santan mengandung beberapa efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping susu santan yang tidak banyak diketahui orang adalah :

  • Mengandung lemak jenuh yang melimpah. Ini adalah efek samping yang paling mengkhawatirkan dari santan. Lemak ini dapat menyebabkan kolesterol tinggi dalam tubuh Anda. Satu cangkir santan mengandung sekitar 40 gram lemak, dengan demikian, meningkatkan tingkat lipoprotein yang merugikan kesehatan dalam jangka panjang.
  • Bisa menyebabkan alergi. Jika Anda alergi terhadap kacang pohon, maka minuman ini tidak untuk Anda. Santan diakui sebagai kacang pohon. Dan dalam beberapa kasus, telah ditemukan bahwa orang yang alergi terhadap kacang pohon bereaksi buruk ketika minum susu dari buah ini. Alergi ini dapat mengancam kehidupan serta dapat menyebabkan kasus yang lebih ekstrim.
  • Meningkatkan berat badan. Dengan lemak jenuh yang tinggi dan kandungan kalori-nya, susu kelapa dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  • Dapat meninkatkan kolesterol. Orang dengan risiko kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular harus menahan diri dari terlalu banyak susu santan. Bahkan, susu santan tanpa pemanis pun memiliki kandungan lemak tinggi dan mempunyai resiko yang lebih besar mengalami masalah jantung termasuk stroke. Tapi Anda tidak perlu meninggalkan susu ini, cukup batasi asupan atau pilih porsi yang lebih kecil!
  • Bisa menjadi penyebab sembelit. Karena serat makanan yang tinggi, santan dapat menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa orang. Biasanya santan tawar membawa 14-18% dari asupan serat harian diet kita. Peningkatan mendadak ini dapat menyebabkan diare atau gas, jika tubuh Anda tidak terbiasa dengan banyak serat.
  • Tinggi gula. Bahkan jika Anda mengonsumsi susu kelapa tanpa pemanis, Anda berada pada risiko menyerap jumlah gula yang tinggi. Dalam satu ons kelapa tanpa pemanis memiliki 2,1 gram gula, sedangkan kelapa dengan pemanis mempunyai 10,4 gram gula. Baik keduanya, jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan kegemukan. Jadi, waspadalah!
  • Tinggi kalori.Dalam satu cangkir santan murni, Anda dapat menemukan 550 kalori. Hal ini hampir sepertiga dari kalori yang Anda butuhkan per hari. Jadi, termasuk santan dalam makanan sehari-hari mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan Anda.
  • Bisa saja mengandung Bisphenol – A (BPA). Senyawa BPA ini biasanya digunakan dalam pembuatan kaleng untuk kemasannya. Jadi hindari menggunakan santan kaleng. Susu santan kaleng bisa saja terkontaminasi pada senyawa ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY