Bahaya Madu Bagi Bayi Usia Dibawah Satu Tahun

SehatFresh.com – Madu merupakan bahan makanan yang menawarkan manfaat luar biasa bagi kesehatan, baik untuk anak-anak atau orang dewasa. Madu memang memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang seperti untuk peningkat daya tahan atau dipercaya memiliki sifat antibakteri. Namun tahukah Anda mengenai bahaya madu bila diberikan pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun? Mari simak ulasannya

Menurut kajian dalam “Journal of American College of Nutrition,” madu dulunya digunakan sebagai sumber karbohidrat dalam gizi bayi, karena bayi yang diberi madu dan susu ditemukan mengalami peningkatan berat badan serta memiliki daya tahan tubuh yang baik. Madu juga telah terbukti menjadi pereda batuk yang efektif. Meski banyak manfaatnya, tiga lembaga di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention, American Association of Pediatrics dan National Honey Board telah merekomendasikan untuk tidak memberi madu kepada bayi yang berusia di bawah satu tahun.

Pemberian madu pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun dapat meningkatkan risiko penyakit botulisme. Pasalnya, madu berisiko terkontaminasi spora Clostridium Botulinum. Botulisme adalah penyakit serius yang mengarah kelumpuhan dan bisa berakibat fatal. Botulisme bawaan makanan adalah akibat dari makan makanan yang telah terkontaminasi spora tersebut. Pada bayi, spora dalam madu dapat menginduksi botulisme, ditambah usus bayi belum matang memungkinkan spora untuk tumbuh dan berkembang biak, yang pada akhirnya menghasilkan toksin.

Pada orang dewasa, spora botulisme tidak membahayakan. Pencernaan orang dewasa menghasilkan asam yang dapat menangkal produksi racun bakteri botulisme. Setelah bayi mencapai usia 1 tahun atau lebih tua, pencernaan mereka juga telah memiliki keseimbangan asam yang membantu menghancurkan dan melawan setiap racun yang dihasilkan spora botulisme.

Orang tua harus memastikan setiap kandungan yang terdapat pada makanan untuk bayinya, terutama yang belum dipasteurisasi (diolah dengan cara pemanasan). Botulisme pada bayi bisa berujung kematian jika tidak terdeteksi sejak dini. Gejala awal botulisme meliputi sembelit, menurunnya tingkat kesadaran bayi, pusing, kesulitan menelan serta sering menangis. Gejala akan mulai tampak delapan hingga 36 jam setelah bayi mengonsumsi madu.

Salah satu solusi ketika kita ingin mengambil manfaat madu tanpa khawatir akan bakteri adalah konsumsilah  madu oleh ibunya yang sedang  menyusui sehingga bayi akan mendapatkan khasiat madu secara tidak langsung dari ASI. Pada dasarnya, memang tidak semua madu memiliki kandungan spora botulinum. Kasus keracunan akibatnya pun terbilang jarang terjadi di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan jika hal tersebut bisa saja terjadi pada bayi Anda. Akan lebih baik untuk menghindari sumber penyakit, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Sumber gambar : berita.id.mobi.my.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY