Bahaya Makan Mie Instan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mie instan semakin banyak dipilih orang karena cara penyajiannya yang praktis. Jika Anda gemar sekali makan mie instan sebaiknya hindari mengonsumsinya setiap hari. Mi instan memang bisa meredam rasa lapar, tapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, bumbu buatan dan pengawet kimia yang ditambahkan dalam mie semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa menyebabkan kerusakan sel-sel jaringan otak. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan transmisi sinyal dalam otak. Kerusakan jaringan sel otak ini juga bisa memicu stroke atau keumpuhan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa permukaan mie instan dilapisi oleh lilin, inilah yang membuat mie tidak lengket. Zat lilin ini berbahaya bagi tubuh. Akumulasi zat lilin dalam tubuh semakin meningkatkan risiko pengembangan kanker seperti kanker hati, usus, atau leukimia. Tidak hanya lilin pada mie saja, bumbu mie instan juga mengandung banyak zat aditif seperti MSG yang bisa menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal.

  • Apa jadinya jika makan mie instan dicampur nasi?

Sebungkus mie instan mengandung 300-400 kalori di dalamnya atau setara dengan makan satu porsi nasi ukuran sedang dengan pelengkap lauk pauk. Jika Anda makan satu porsi mie instan dengan satu porsi nasi, maka asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh berkisar 600-700 kalori. Obesitas atau kegemukan dapat terjadi apabila kita sering mengkonsumsi nasi dengan lauk mie instan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kandungan karbohidrat dari mie dan nasi yang berlebih untuk mencukupi kebutuhan setiap harinya, sehingga mengakibatkan kadar gula naik drastis dan indeks glikemik juga ikut naik. Hal ini bukan hanya dapat menimbulkan obesitas tetapi juga dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh yang berpotensi memicu penyakit diabetes.

  • Bagaimana cara untuk meminimalkan risiko bahayanya?

Batasi konsumsi mie instan minimal 3 hari sekali atau satu minggu sekali saja untuk menghilangkan penumpukan zat lilin dalam tubuh. Zat lilin memiliki kandungan rendah serat yang dapat menimbulkan susah buang air besar. Penumpukan zat lilin dalam tubuh sangat berbahaya karena sangat berpotensi memicu penyakit kanker. Oleh karena itu, Anda perlu bijak dalam mengonsumsi mie instan dengan tidak makan secara berlebihan untuk mencegah timbulnya resiko kanker.

Setelah Anda merebus mie instan hingga mie matang, sebaiknya jangan langsung mengonsumsinya. Saat mie direbus, lilin dapat lepas dari mie dan bercampur dengan air rebusan. Itulah sebabnya Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi air rebusan mie. Untuk mie instan goreng, setelah mie matang, tiriskan lalu bilas lagi dengan air bersih yang sudah matang. Untuk mie instan kuah, setelah mie matang, jangan langsung ditaburi bumbu mie instan. Tiriskan mie terlebih dahulu, kemudian buang air sisa perebusan mie. Untuk mie kuah, Anda bisa menggunakan air panas yang baru. Cara ini dapat mengurangi masuknya zat lilin ke tubuh.

Selain itu, bumbu mie instan memiliki kandungan berbahaya yang akan semakin berbahaya bila bercampur dengan air panas. Untuk mengurangi bahaya ini, sebaiknya bumbu dicampurkan dengan mie saat mi instan telah diangkat dari dalam air rebusan. Mie instan juga tidak harus disajikan bersama bumbu. Untuk membuatnya gurih, Anda bisa mengganti bumbu mie dengan garam.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY