Bahaya Masturbasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi kebanyakan orang, masturbasi adalah hal yang tabu untuk dibicarakan karena dianggap sebagai perilaku seks menyimpang. Pada kenyataanya, banyak pria dan wanita melakukan aktivitas seksual ini diam-diam. Dari segi medis, masturbasi dinilai bermanfaat baik bagi kesehatan.  Dengan masturbasi, Anda dapat lebih memahami apa yang disukai dan tidak disukai mengenai seks. Pria yang melakukan masturbasi dapat melatih kontrol orgasme. Sedangkan wanita dapat mengetahui bagaimana cara mereka bisa mencapai orgasme. Ketimbang melakukan seks tanpa pengaman, masturbasi pun dapat menghindarkan Anda dari kehamilan tak terencana.

Akan tetapi, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan tentu tidaklah baik. Dalam artian, masturbasi telah mengganggu kehidupan sehari-hari. Apalagi bila Anda juga mengandalkan konten porno agar semakin terangsang setiap kali masturbasi. Seperti kita tahu bahwa paparan porno yang berlebihan dapat merusak kesehatan fisik maupun mental. Dan apabila masturbasi dilakukan tiga hingga 10 kali dalam sehari, ini menunjukkan bahwa Anda menggunakan masturbasi sebagai pelarian dari suatu masalah. Semakin lama, ini bisa menimbulkan dampak yang lebih serius bagi kesehatan fisik maupun mental.

  • Gangguan ereksi

Keseringan masturbasi dapat secara berlebihan merangsang sistem saraf parasimpatis dan mengganggu keluaranya cairan enzim hati yang menghasilkan neurotransmitter asetilkolin, serotonin dan dopamin. Selain itu, hati membantu dalam pembuangan enzim yang membantu dalam produksi hormon. Akibatnya, otak serta kelenjar adrenal menghasilkan dopamin, norepinefrin, epinefrin, dan hormon lainnya secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi.

  • Kebocoran air mani

Tak hanya ereksi saja yang terpengaruh, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat juga bisa terganggu. Akibatnya, air mani bisa keluar bahkan dalam keadaan penis tidak ereksi. Ini menandakan bahwa saraf parasimpatis kian melemah.

  • Rasa bersalah

Salah satu dampak negatif masturbasi secara psikologis adalah rasa bersalah. Banyak orang yang merasa malu dan bersalah setelah melakukan masturbasi karena merasa ini bertentangan dengan budaya, agama maupun moral. Pada gilirannya, perasaan bersalah ini dapat menimbulkan efek psikosomatis, seperti sakit kepala dan sakit punggung.

  • Infeksi kelamin

Pria umumnya melakukan masturbasi dengan meraba penis, sementara wanita melakukannya dnegan menyentuh dan memainkan klitoris. Sama halnya dengan efek negatif berhubungan seksual, masturbasi dapat mendatangkan risiko penyakit kelamin jika Anda menyentuh organ kelamin, air mani, atau cairan vagina orang lain yang terinfeksi penyakit, kemudian Anda pun memegang kelamin sendiri. Risiko penyakit juga meningkat jika Anda berbagi mainan seks (sex toys) untuk masturbasi dengan orang lain.

  • Menurunkan kualitas hubungan seksual dengan pasangan

Masturbasi tanpa disadari seringkali berpengaruh pada hubungan seksual dengan pasangan. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine, dilaporkan bahwa pria yang memiliki kebiasaan tidak biasa saat masturbasi biasanya menderita berbagai gangguan seksual. Pria seperti itu biasanya memuaskan diri dengan berbagai rangsangan, baik itu film porno yang menampilkan kekerasan ataupun hal tak lazim seperti sedotan dari penyedot debu. Ini sudah menunjukkan bahwa masturbasi yang dilakukannya sudah tidak sehat, sehingga akan sangat berpengaruh pada kualitas hubungan seksual bersama pasangan.

Jika Anda sudah berusaha berhenti atau mengurangi masturbasi, namun masih melakukannya terus menerus dan terkadang sulit dikontrol, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan profesional, seperti seksolog.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY