Bahaya Mengkonsumsi Makanan Olahan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Makanan olahan atau makanan cepat saji merupakan suatu produk masakan yang sudah umum dan telah mendunia di abad ini. Istilah “Junk food” pada umumnya mengacu pada makanan yang dapat disajikan dengan cepat yang mengandung banyak kalori, namun memiliki nilai gizi dengan jumlah sedikit.

Terlalu sering mengkonsumsi makanan olahan cepat saji atau junk food, tidak akan membuat pemakan merasa kenyang. Sehingga hal itu menyebabkan orang yang makan secara berlebihan akan mengalami masalah dengan berat badan dan juga kesehatannya. Berikut bahaya yang ditimbulkan dari seringnya mengkonsumsi makanan olahan.

  1. Resiko penyakit diabetes

Diet yang tidak sehat merupakan salah satu faktor utama penyebab diabetes. Ketika tubuh menyerap asupan makanan olahan cepat saji, hal ini dapat mengakibatkan stres yang berlebihan pada sistem kekebalan atau metabolisme tubuh, akhirnya akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan fungsi insulin dengan benar. Karena makanan junk food tidak memiliki kandungan serat yang banyak, akibatnya konsumsi secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula yang signifikan. Sehingga, konsumsi junk food akan menyebabkan obesitas, salah satu penyebab utama pengembangan diabetes.

  1. Masalah pada sistem pencernaan

Bagi para pecandu masakan olahan cepat saji, mereka akan lebih beresiko menderita gangguan pencernaan. Seperti diketahui, junk food lebih banyak mengandung kalori daripada nilai gizi dan nutrisi. Saat Anda mengkonsumsi makanan olahan yang digoreng, kandungan minyak di dalamnya akan tersimpan pada dinding lapisan perut. Hal ini bisa meningkatkan produksi asam pada lambung.

Kemudian, rempah-rempah yang ada di dalam makanan olahan cepat saji dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan karena Kurangnya kandungan serat dalam makanan olahan cepat saji dapat menghambat pencernaan, seperti  sembelit dan wasir.

  1. Mempengaruhi fungsi otak

Pada sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Brain, Behavior and Immunity” membuktikan jika satu minggu mengkonsumsi makanan olahan cepat saji sudah cukup untuk memicu gangguan memori pada hewan tikus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jahat (lemak trans) dari makanan olahan cepat saji cenderung menggantikan lemak sehat di otak dan dapat mengganggu mekanisme sinyal normal pada otak. Studi pada hewan juga menunjukkan jika penumpukkan lemak dari makanan olahan cepat saji memperlambat kemampuan hewan untuk belajar keterampilan baru.

  1. Peningkatan resiko penyakit jantung

Kandungan dalam makanan olahan sarat akan lemak jenuh dan jahat (lemak trans) yang secara langsung akan meningkatkan kolesterol jahat dalam darah. Di mana hal tersebut dapat meningkatkan terbentuknya plak dan resiko penyakit jantung.

Selain itu, mengkonsumsi makanan olahan cepat saji dapat menyebabkan meningkatnya gula garah secara tiba-tiba, karena kandungan dalam makanan olahan cepat saji dapat merusak lapisan-lapisan pembuluh darah yang mengakibatkan peradangan kronis. Peradangan ini mengakibatkan kolesterol jahat menempel di dinding pembuluh darah dan menghalangi aliran darah menuju jantung, sehingga serangan jantung dapat terjadi kapan saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here