Bahaya Penggunaan Pil KB (Keluarga Berencana)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memiliki keturunan menjadi sebuah impian besar yang direncanakan bagi setiap pasangan setelah menikah. Zaman dulu, memiliki empat sampai tujuh anak merupakan hal umum di masyarakat. Seiring berjalannya waktu, tidak semua pasangan setuju dengan pemikiran tersebut. Upaya pemerintah menekan angka kelahiran di Indonesia turut dilaksanakan. Kampanye “Dua Anak Lebih Baik” sebagi langkah untuk menanggulangi pertumbuhan populasi di Indonesia.

Keluarga Berencana (KB) merupakan program untuk mendukung kampanye tersebut, salah satunya dengan penggunaan pil KB. Pemeberian pil KB pada wanita mampu mambantu mengatur kehamilan, namun tetap memiliki efek samping dari penggunaannya.

Alat kontrasepsi memiliki ragam jenis, diantaranya alat kontrasepsi hormonal, seperti pil. Pil KB jika dikonsumsi dengan tepat dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99%. Artinya, dari 1000 wanita yang memilih mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurang dari sepuluh orang mengalami kegagalan dan tetap mengalami kehamilan.

Cara kerja pil KB dalam mencegah kehamilan dengan kandungan hormon estrogen dan progestin. Hal ni menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Pil akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.

Menggunakan pil KB tentunya memiliki dampak posistif dan negatif bagi penggunanya. Berikut beberapa efek dan bahaya yang bisa terjadi, yaitu:

  • Mual. Reaksi ini bisa hilang dalam dua bulan. Cobalah untuk mengonsumsi bersama dengan makanan sebelum beralih ke metode kontrasepsi lain.
  • Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara. Efek ini biasanya akan terasa pada awal mengonsumsi pil KB. Pertimbangkan penggunaan pil KB jika efek tersebut tidak berkurang, seperti ganti merek obat atau metode kontrasepsi dan konsultasikan dengan dokter.
  • Pendarahan secara tiba-tiba di luar masa haid. Pengguna pil KB bisa saja mengalami pendarahan yang terjadi diluar masa haid. Mengonsumsi pil KB dengan waktu yang sama tiap hari bisa membantu meringankan.
  • Peningkatan berat badan. Walau tergolong efek samping yang jarang terjadi, namun beberapa wanita bisa mengalami kenaikan berat badan tubuh. Hal ini umumnya terjadi karena penumpukan cairan pada tubuh. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama dan berat badan bisa kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.
  • Gairah seks yang menurun. Anda bisa mencoba jenis pil KB yang berbeda jika mengalami hal ini. Sebagian wanita bisa terbantu jika menggunakan pil yang mengandung hormon androgen. Pertimbangkan untuk mengganti metode kontrasepsi Anda jika efek tersebut tidak berkurang.
  • Perubahan suasana hati secara mendadak. Sebaiknya beralih ke metode kontrasepsi non-hormonal jika merasa pil KB sebagai penyebab utama perubahan suasana hati mendadak.

Anda bisa mengonsumsi pil KB jika Anda hanya mengalami satu dari efek-efek yang dijelaskan di atas, namun tetap harus hati-hati menggunakannya. Kenali efek samping yang telah disebutkan di atas dan konsultasikan dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi pil KB.

Semua wanita pada umumnya bisa menggunakan pil KB sebagai metode kontrasepsi, namun sebaiknya hindari pil KB jika mengalami hal berikut:

  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Menderita serangan migrain yang parah.
  • Memiliki gangguan empedu atau hati.
  • Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
  • Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
  • Mengidap kanker payudara.

Berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi paling sesuai berdasarkan riwayat kesehatan Anda dan pasangan untuk menekan efek samping dari alat kontrasepsi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY