Bahaya Penyakit Menular Seksual pada Ibu Hamil

SehatFresh.com – Penyakit Menular Seksual (PMS) kini dikenal dengan istilah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks bebas, darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian. Penyebaran tanpa hubungan seksual juga bisa terjadi dari seorang ibu kepada bayinya, baik saat mengandung atau melahirkan.

Kesehatan janin selama di dalam kandungan sangat bergantung pada kesehatan ibunya. Sangat disarankan ketika hamil untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi guna memenuhi kebutuhan janin dan menjaga kesehatan ibu hamil. Selama hamil Anda perlu mewaspadai beberapa penyakit yang bisa menular dan berbahaya bagi perkembangan janin.

HIV/AIDS

Penyakit menular berbahaya selanjutnya yaitu penyakit AIDS diakibatkan infeksi virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh (sistem imun). Ibu hamil yang terserang penyakit ini akan mengalami gejala penurunan imunitas tubuh mengakibatkan munculnya penyakit lain seperti infeksi pencernaan dan kanker. AIDS perlu diwaspadai oleh ibu hamil karena sangat beresiko penularan pada janin apabila ibu hamil menderita penyakit ini.

Penyakit AIDS bisa menular kepada janin melalui beberapa cara diantaranya melalui aliran darah ibu dan janin selama masa kehamilan, kontak langsung dengan darah ketika proses persalinan dan melalui ASI ketika menyusui. Penyakit ini harus benar-benar dihindari dan dicegah oleh ibu hamil sebab apabila sudah menginfeksi bayi maka kecil kemungkinan bayi bisa bertahan hidup karena sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat lemah.

Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang bisa menular dan membahayakan janin. Hepatitis B diakibatkan oleh infeksi virus yang menyerang organ dalam yaitu hati. Gejala yang ditimbulkan yaitu berupa mual, demam, nyeri sendi dan terjadinya pembengkakan pada bagian perut sebelah kanan. Selain itu terjadi paerubahan warna kulit menjadi agak kekuning-kuningan. Apabila ibu hamil menderita penyakit ini maka akan berpotensi menular pada jani yang sedang dikandung.

 Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Gejala awal sifilis adalah munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan antara 1-2.5 bulan.

Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya. Pada tahap berikutnya, ruam akan berlanjut dan gejala yang mirip gejala flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul. Kerontokan rambut hingga pitak juga bisa dialami penderita.

Jika dibiarkan, sifilis bisa menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, impotensi, masalah pendengaran dan bahkan kematian.

Untuk memastikan diagnosis sifilis, tes darah biasa bisa dilakukan. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis, maka segera lakukan tes darah jika mencurigai diri berisiko terkena sifilis.

Antibiotik seperti suntikan penisilin digunakan untuk mengobati sifilis. Jika sifilis diobati dengan benar, tahapan sifilis yang lebih parah bisa dicegah. Hindari hubungan seksual sebelum memastikan infeksi sifilis benar-benar hilang. Pastikan juga untuk memeriksakan kesehatan pasangan Anda saat ini atau orang yang pernah berhubungan seksual dengan Anda jika Anda terdiagnosis sifilis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY