Bahaya Penyalahgunaan Miras di Kalangan Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain rokok dan narkoba, alkohol atau minuman keras juga menjadi ancaman nyata bagi masa depan para remaja. Di masa remaja yang sering disebut masa pencarian jati diri ini, para remaja cenderung mudah tertarik mencoba hal-hal baru baik itu positif maupun negatif. Di masa ini pula, para remaja cenderung ingi terlihat menonjol di lingkungan sosialnya. Mereka seringkali coba-coba merokok bahkan minum minuman keras, terutama bila lingkungan pergaulannya didominasi oleh anak-anak sebaya yang kurang mendapat perhatian orangtua.

Di Indonesia, batasan usia diperbolehkan untuk mengonsumsi dan membeli minuman beralkohol adalah 21 tahun. Seperti kita tahu bahwa alkohol itu sifatnya adiktif alias membuat peminumnya ketagihan. Penelitian menyimpulkan bahwa orang-orang muda yang mulai minum minuman keras sebelum usia 15 tahun empat kali lebih mungkin menjadi pecandu alkohol di usia dewasa ketimbang mereka yang mulai minum minuman keras pada usia 21 tahun.

Pada orang dewasa yang usianya di atas 21 tahun pun, alkohol bisa membahayakan kesehatan apabila disalahgunakan. Konsumsi alkohol terus menerus dapat memicu kerusakan hati, mulai dari radang, kanker hingga sirosis. Bila sudah seperti itu, terkadang satu-satunya pengobatan adalah transplantasi hati. Mencari donor hati pun prosesnya cukup kompleks dan bisa memakan waktu bertahun-tahun lamanya.

Minum minuman keras dampaknya bisa lebih berbahaya bagi remaja daripada orang dewasa. Tubuh seorang remaja tidak dapat mengatasi alkohol dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Ketika pubertas, otak dan organ tubuh lainnya sedang dalam masa perkembangan yang pesat menjadi dewasa muda. Zat-zat berbahaya dalam minuman keras dapat menghambat perkembangan di masa kritis ini dan dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak dan organ tubuh lainnya yang sifatnya bisa permanen. Terkait kerusakan otak khususnya, minuman keras dapat merusak memori, serta keterampilan motorik dan koordinasi.

Mengingat anak usia remaja cenderung labil dan kurang matang dalam mengambil keputusan, alkohol dapat memicu para remaja melakukan tindakan di luar kesadarannya. Oleh karenanya, konsumsi alkohol di usia remaja sangat berpotensi memicu tindakan kriminal seperti, pemerkosaan ataupun penganiayaan, hingga akhirnya terbelit masalah hukum.

Melihat bahayanya tersebut, masalah penyalahgunaan minuman keras di kalangan remaja sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama. Orangtua, pihak sekolah, dan produsen miras resmi harus turut serta dalam mencegah penyalahgunaan alkohol di kalangan remaja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here