Bahaya Perokok Pihak Ketiga atau Third Hand Smoker

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama ini, yang sering terdengar terkait perokok adalah aktif dan pasif. Ternyata, ada istilah lainnya yakni third hand smoker ini juga berbahaya lho!

Perokok pihak ketiga atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan third hand smoker, merupakan istilah untuk seseorang yang terkena zat sisa dari asap rokok yang menempel di permukaan benda di sekitarnya. Pada dasarnya, perokok pihak ketiga terkena racun dari rokok yang tertinggal di lingkungannya. Jadi, third hand smoker berbeda dengan perokok pasif atau second hand smoker yang menghirup asap rokok secara langsung di udara.

Third hand smoker paling sering ditemui bila dalam suatu keluarga terdapat perokok dan tinggal di dalam satu rumah. Menurut Dr. Georg Matt, peneliti dari Universitas San Diego, Amerika Serikat (AS), zat sisa asap rokok dapat bertahan di permukaan benda, khususnya dalam rumah. Dengan kata lain, rumah dapat menjadi sumber dan penampungan utama polutan asap rokok.

Sisa asap rokok tersebut bisa bertahan selama berjam-jam bahkan berhari-hari pada rambut, pakaian, dan kulit si perokok. Gas beracun ini juga bisa menempel di permukaan perabotan rumah tangga, dinding, gorden, selimut, karpet, dan lantai. Selain itu, mereka yang merokok di dalam mobil juga bisa menyisakan gas-gas beracun di dalam mobilnya.

Zat sisa asap rokok dapat dideteksi dengan adanya bau rokok pada permukaan benda setelah tidak adanya asap rokok. Hal ini juga menunjukkan adanya racun dari rokok pada permukaan benda tersebut.

Ketika Anda merokok, misalnya, di luar rumah atau di rumah saat rumah dalam keadaan kosong, Anda mungkin mengira tidak akan berisiko apa-apa terhadap orang rumah. Sayangnya, racun dari asap rokok itu akan tetap bertahan walaupun jendela rumah dibuka dan ventilasi udara berfungsi dengan baik. Sejumlah studi menunjukkan bahwa ketika merokok satu batang dalam suatu ruangan, ruangan tersebut memerlukan waktu dua jam untuk membuat kualitas udara menjadi normal kembali. Namun, hal ini bukan berarti racunnya hilang.

Penelitian oleh Sleiman pada tahun 2010 menunjukkan bahwa penyerapan nikotin dari asap rokok dapat berlangsung lebih cepat dan jumlah yang terserap cenderung konsisten pada permukaan di dalam ruangan, termasuk permukaan kulit serta pakaian. Zat nikotin tersebut akan tersimpan dan dapat bereaksi dengan asam nitrat di udara sehingga membentuk karsinogen nitrosamine yang dapat diserap tubuh melalui pernafasan, pencernaan, dan kontak terhadap kulit.

Lantas, siapa yang paling berisiko terpapar racun akibat third hand smoker? Tentu saja bayi dan balita. Mereka sangat rentan terekspos third hand smoker karena anak-anak sangat senang mengambil benda-benda yang ada di lantai. Tidak sedikit pula anak-anak yang lalu memasukkannya ke dalam mulut mereka. Padahal, benda-benda tersebut telah terpapar racun. Jadi, jelaslah third hand smoker ibarat ‘silent killer’ yang bisa jadi ancaman bagi anak-anak dan orang dewasa. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here