Bahaya Pneumonia Pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pneumonia pada anak merupakan infeksi serius yang telah diderita banyak anak di seluruh dunia. Istilah pneumonia mendefinisikan radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi baik itu karena bakteri, virus, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Akibat infeksi, kantong udara dalam paru-paru (alveoli) menjadi meradang atau dipenuhi cairan, sehingga kemampuan paru-paru dalam menyerap oksigen menjadi tidak oprimal. Karena penyebaran oksigen terganggu, sel-sel tubuh tidak akan dapat bekerja dengan baik.

Gejala pneumonia bervariasi. Namun, gejala umum yang sering tampak meliputi demam, batuk, sesak napas, napas cepat dan detak jantung meningkat. Pada dasarnya, pneumonia dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Mungkin karena gejala awalnya mirip flu, banyak sekali yang tidak mengenali penyakit pneumonia ini, sehingga penyakit terlambat ditangani dan risiko timbulnya komplikasi pun meningkat. Selain karena keterlambatan penanganan, mereka yang termasuk kelompok berisiko (anak-anak, orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah) berada pada peningkatan risiko komplikasi serius, seperti:

  • Bakteremia. Bakteremia merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika bakteri memasuki aliran darah. Bakteremia pada pasien pneumonia biasanya dicurigai jika pasien menunjukkan tanda-tanda dan gejala seperti demam tinggi, batuk dengan lendir hijau atau kuning dan kelemahan yang ekstrim. Bakteremia harus ditangani dengan cepat atau infeksi dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dan menyebabkan gagal organ. Terapi antibiotik yang kuat dan rawat inap biasanya dibutuhkan untuk pemulihan kondisi ini.
  • Efusi pleura. Efusi pleura merupakan kondisi di mana cairan terakumulasi di sekitar paru-paru. Pneumonia dapat menyebabkan cairan untuk membangun di ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada (pleura). Jika cairan menjadi terinfeksi, prosedur pembuangan cairan melalui tabung dada atau prosedur operasi mungkin perlu dilakukan.
  • Abses paru. Infeksi bakteri pada paru-paru bisa menyebabkan terbentuknya abses paru, yaitu terbentuk rongga berisi nanah di dalam jaringan paru-paru. Cairan di dalam abses paru menempatkan tekanan pada paru-paru sehingga dapat memperburuk kondisi dan fungsi paru-paru. Gejala abses paru meliputi nyeri dada, batuk kering, keringat berlebihan, demam, sesak napas dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Sebagai komplikasi dari pneumonia, pengobatan kondisi ini tidak hanya mencakup penyembuhan infeksi, tetapi juga menguras nanah dari paru-paru. Terbentuknya abses paru meningkatkan risiko kerusakan paru-paru permanen dan bahkan kematian terkait
  • Sindrom gawat pernapasan akut. Karena menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah, sindrom gawat pernapasan akut berpotensi mengancam jiwa. Normalnya, udara memasuki paru-paru melalui bronkus dan mengalir melalui saluran bronkial ke alveoli. Kapiler yang mengelilingi alveoli memungkinkan pertukaran cairan, oksigen dan karbon dioksida antara paru-paru dan darah. Infeksi paru-paru dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan terlalu banyak cairan bocor dari kapiler ke alveoli. Karena pertukaran oksigen terganggu, kadar oksigen dalam darah menjadi terlalu sedikit.

Karena pneumonia begitu berbahaya, maka segera periksakan ke dokter bila anak mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam persisten 39 C atau lebih tinggi, atau batuk berkepanjangan, terutama bila batuk disertai dahak dengan warna yang tidak biasa. Menjadi orangtua yang cepat tanggap tentunya dapat menghindarkan anak dari bahaya pneumonia, serta biaya pengobatannya pun tidak akan terlalu besar. Penderita pneumonia parah dapat mengalami kesulitan bernapas dalam oksigen yang cukup, sehingga mereka harus dirawat di rumah sakit dan bergantung pada alat bantu napas (ventilator).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY