Bahaya Radiasi Handphone Ancam Perkembangan Otak Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penggunaan telepon seluler (handphone) atau ponsel sungguh luar biasa. Pemakaian handphone sudah sangat masif di kalangan masyarakat, tidak mengenal usia dan tingkat ekonomi. Kini, sudah bukan pemandangan aneh lagi bila kita melihat anak-anak menggunakan atau setidaknya bermain dengan handphone.

Di balik masifnya pemakaian handphone, ternyata tersembunyi dampak buruk bagi kesehatan. Dampak buruk ini akan lebih terasa pada anak. Hal ini karena belum matangnya beberapa organ tubuh si kecil.

Dampak buruk handphone pada anak yang sering dicermati adalah radiasi otak. Radiasi handphone telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan fungsi otak atau susunan saraf pusat. Gangguan ke otak tersebut meliputi tumor hingga insomnia. Sejumlah penelitian telah membuktikannya.

Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, misalnya, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak.

Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia delapan tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut. Efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Dampak ini tidak langsung terlihat. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun.

Lalu, bagaimana dengan bayi? Meskipun bayi belum bisa menggunakan handphone, tetapi paparan handphone yang digunakan orang lain di dekatnya ternyata berdampak buruk pada perkembangan otaknya. Terlebih, pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Di usia 0–6 bulan, otak bayi sedang berkembang pesat.

“Bukan hanya sel-sel, tapi perkembangan otaknya juga dipengaruhi oleh sistem kelistrikan otak. Radiasi ponsel bisa mengganggu proses ini,” kata dr. Ahmad Suryawan, Sp.A (K) beberapa waktu lalu.

Peringatan lebih keras datang dari Profesor Lawrie Challis yang menyelesaikan program penelitian Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR). Ia memperingatkan bahwa anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh diberikan ponsel. Penggunaan ponsel saat menginjak usia remaja sebaiknya lebih memanfaatkan fasilitas berkirim pesan daripada fasilitas percakapan langsung.

Meskipun tidak ada bukti bahwa anak-anak lebih sensitif terhadap paparan radiasi ponsel dibandingkan orang dewasa, tapi perlindungan ekstra terhadap anak di usia pertumbuhan tak bisa diabaikan.

“Saya pikir masuk akal karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Kita tahu anak-anak lebih sensitif terhadap banyak hal, seperti paparan ultraviolet. Anak yang terkena sinar matahari berlebih cenderung mudah terkena kanker kulit dibandingkan orang dewasa dalam kondisi yang sama,” katanya.

Ia tak memungkiri bahwa para orangtua memberikan ponsel kepada anak-anaknya mungkin bertujuan untuk memudahkan kontrol. Namun dia menambahkan, kesehatan mereka jauh lebih penting. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY