Bahaya Seks Saat Keputihan

Organ intim wanita yang lembab bisa menjadi tempat yang cocok untuk perkembangbiakan bakteri atau jamur. Keluarnya lendir dalam keputihan dari vagina adalah bentuk dari membersihkan diri.  Keseimbangan bakteri baik dan cairan alami menjaga vagina tetap sehat dan bebas dari infeksi. Keputihan adalah bagian normal dari proses ini. Keputihan mungkin sedikit berbeda pada setiap wanita dan bervariasi dalam konsistensi dan kuantitas, tergantung pada siklus menstruasi wanita itu sendiri.

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Saat mengalami keputihan, vagina akan mengelurakan lendir yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim dan kelenjar dalam vagina akan keluar dengan membawa sel-sel mati beserta bakteri. Keputihan masih dianggap normal bila tidak menimbulkan bau, gatal, atau rasa tak nyaman di area vagina. Penyebab keputihan abnormal bisa disebabkan infeksi jamur, bakteri vaginosis, atau gejala menopause, yang relatif tidak berbahaya tapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Ketika mengalami keputihan, seorang wanita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan karena keputihan dapat menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatan tubuh wanita. Mengapa demikian? Karena penetrasi serta gerakan penis ke dalam organ intim wanita bisa menimbulkan peradangan serta iritasi. Akibatnya masalah keputihan akan semakin meluas hingga akhirnya dapat membahayakan alat reproduksi yang ada disekitar rahim.

Gerakan penis akan membuat keputihan bertambah luas sehingga bisa membahayakan organ-organ reproduksi  sekitar rahim. Berhubungan intim saat keputihan juga bisa menyebabkan ikut tertularnya bakteri berbahaya pada suami, seperti tertularnya bakteri tricomonas atau gonorrhoea yang mengakibatkan uretal discharge (infeksi cairan kencing). Meski pria biasanya tidak mengeluarkan cairan akibat infeksi seperti layaknya wanita, namun sekitar 15 persen pria mengalami ruam pada penis setelah mereka berhubungan seks dengan wanita yang memiliki infeksi. Angka kasus lebih tinggi pada pria yang tidak disunat.

Para ahli seksolog menyarankan, sebaiknya wanita yang sedang mengalami keputihan berkonsultasi terlebih dahulu kepada spesialis kandungan. Lebih baik melakukan papsmer untuk memeriksa lendir vagina. Pemeriksaan ini bisa membantu dokter untuk mengetahui penyebab terjadinya keputihan, baik akibat jamur, bakteri, atau trichomonasvaginalis.

Sangat penting bagi wanita untuk menjaga daerah genitalnya dengan baik. Caranya ialah dengan menghindari pemakaian obat-obatan antibiotik tanpa resep dokter, hindari pemakaian celana ketat, menggunakan celana dalam berbahan katun, dan melakukan hubungan seks dengan satu pasangan saja. Perlu diketahui bahwa keputihan bisa juga menjadi infeksi menular seksual. Jika ini terjadi, maka baik Anda maupun pasangan perlu diobati juga agar pengobatannya tuntas.

 *pic siljekh.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY