Bahaya Suntik Vitamin C

SehatFresh.com – Kecantikan wanita hampir selalu diidentikan dengan kulit yang putih. Banyak hal yang dilakukan oleh para wanita untuk mendapatkan warna putih yang maksimal. Sekarang ini, banyak wanita yang memilih cara instan untuk memutihkan kulit mereka, salah satunya dengan suntik vitamin C. Anda tentunya pernah sesekali mendengar metode ini bukan?.

Suntik vitamin C adalah suntik penyuntikan vitamin C pada tubuh dengan dosis tertentu. Dengan suntik vitamin C, maka vitamin tersebut tidak diproses melalui lambung namun disuntikkan langsung ke pembuluh darah yang kemudian akan disebar ke seluruh tubuh. Suntik vitamin C memang instan dan cepat memutihkan kulit sehingga kerapkali menjadi satu jalan pintas yang banyak dipilih untuk memutihkan kulit. Namun di balik janji menggiurkan yang ditawarkannya, ada bahaya yang mengancam kesehatan Anda. Mengapa bisa berbahaya?

Vitamin C memang membuat kulit menjadi putih dan cerah dengan cepat. Sekali Anda melakukan suntik vitamin C, maka secara teratur Anda juga harus selalu menyuntikkan vitamin C tersebut ke dalam tubuh secara berkesinambungan. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka kulit yang awalnya putih akan mudah pucat dan kusam. Tentu Anda tahu bahwa penggunaan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Lantas, apa saja efek sampingnya?

Suntik vitamin C bisa berdampak buruk bagi kesehatan ginjal. Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air sehingga akan larut pula dalam ginjal untuk disaring. Semakin banyak vitamin C yang harus disaring ginjal, maka semakin berat pula kinerja ginjal Anda. Vitamin C memang sangat diperlukan bagi tubuh, namun tubuh hanya bisa menyerap vitamin C sesuai kebutuhan. Umumnya, tubuh membutuhkan kadar vitamin C sebanyak 75 miligram setiap harinya. Jika vitamin C yang masuk ke dalam tubuh berlebih, maka akan dibuang bersama urin melalui proses penyaringan di ginjal. Jika setiap hari ginjal dipaksa bekerja lebih keras, maka secara perlahan ginjal mengalami kerusakan yang pada akhirnya berakibat pada pembentukan batu ginjal.

Selain mengancam ginjal, suntik vitamin C juga berbahaya bagi kesehatan hati. Hati adalah organ untuk membuang racun. Vitamin C yang berlebih di dalam tubuh jika tidak dibuang oleh ginjal juga akan menjadi racun, dan racun harus dibuang oleh hati. Sisa vitamin C yang tidak terpakai tidak hanya dibuang melalui ginjal, namun hati juga akan membuangnya sebagai racun. Sama seperti halnya ginjal, apabila hati dipaksa bekerja lebih keras, maka akan menyebabkan kerusakan hati. Jika hati rusak, maka racun dalam tubuh tidak bisa dibuang secara maksimal. Racun yang mengendap dalam tubuh jika terlalu lama akan sangat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Karena vitamin C memiliki sifat asam, suntik vitamin C juga bisa membahayakan seseorang yang menderita penyakit maag dan dapat pula menyebabkan seseorang menderita penyakit maag meskipun awalnya belum pernah menderita penyakit tersebut. Vitamin C juga merupakan senyawa yang mempermudah penyerapan zat besi. Maka dari itu, suntik vitamin C tidak disarankan untuk diberikan pada penderita yang mempunyai kelebihan zat besi, misalnya pasien hematokromatosis.

Suntik vitamin C juga dapat menyebabkan menopause dini, di mana seorang wanita berhenti mengalami menstruasi sebelum waktunya. Umumnya, seorang wanita mengalami masa menopause saat usia 50 tahun. Akibat suntik vitamin C, seorang wanita semakin berisiko mengalami menopause sebelum waktunya, misalnya di umur 35 tahun atau 40 tahun. Hal ini sangat membahayakan karena dapat mengurangi masa subur seorang wanita.

Sumber gambar : infokesehatantubuh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY