Bahaya Tidur Setelah Sahur Pada Wanita

SehatFresh.com – Bulan suci Ramadhan telah tiba. Umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa waktu istirahat malam cenderung berkurang selama bulan puasa. Terlebih bagi kebanyakan wanita, menyiapkan sahur merupakan kesibukan dan tantangan tersendiri. Karena harus bangun lebih awal, kebanyakan orang memilih untuk menyambung tidur setelah sahur, terlebih bila mereka juga harus bekerja. Akan tetapi, tidur setelah sahur ternyata tidak baik baik untuk metabolisme tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah dan gangguan kesehatan yang berpotensi mengganggu kelancaran dan kenyamanan berpuasa. Apa saja dampak buruknya?

  • Heartburn

Setelah menerima asupan makanan, sistem pencernaan butuh waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Bila langsung tidur setelah sahur, sistem pencernaan akan bekerja sangat keras. Akibatnya, pencernaan menjadi melambat dan menyebabkan asam lambung ke dalam saluran yang membawa makanan dari mulut ke perut. Akibatnya, terasa nyeri di ulu hati dan timbul pula sensasi panas yang menyebar ke dada dan tenggorokan. Kondisi ini dikenal dengan heartburn.

  • Masalah asam lambung

Posisi telentang membuat tubuh terasa nyaman setelah perut terasa kenyanag. Tapi, posisi ini ternyata membuat pencernaan makanan menjadi tidak maksimal karena dapat memicu peningkatan asam lambung yang dapat memicu kambuhnya sakit maag dan GERD. GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan masalah pencernaan yang disebabkan oleh lemahnya katup antara lambung dan kerongkongan yang mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan. Bagi penderita GERD, kebiasaan tidur setelah sahur dapat membuat perkembangan penyakit menjadi semakin parah dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

  • Kegemukan

Mengapa banyak orang yang bertambah gemuk saat berpuasa? Salah satu alasannya bisa jadi karena kebiasaan tidur setelah sahur. Hal ini dikarenakan tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk membakar kalori dari makanan secara maksimal. Ketika tidak ada aktivitas lain yang dilakukan, maka kalori akan menjadi timbunan lemak di dalam tubuh, yang pada gilirannya membuat berat badan naik secara drastis. Saat makan, kadar gula darah, kolesterol dan aliran darah akan berubah. Kebiasaan langsung tidur setelah sahur ditambah asupan makanan yang tidak dijaga dapat mengurangi manfaat sehat dari berpuasa. Bukan hanya sekedar kegemukan, Anda juga menjadi lebih berisiko terkena berbagai penyakit.

  • Stroke

Tidur setelah sahur juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. Studi ilmiah mengatakan bahwa orang yang jarak tidurnya cukup dekat dari waktu makan memiliki risiko stroke yang lebih tinggi, begitu juga sebaliknya. Kebiasaan langsung tidur setelah makan dapat memicu refluks asam, di mana asam lambung naik ke kerongkongan. Selain heartburn, kondisi ini juga dapat mengakibatkan penyempitan saluran napas dan sleep apnea (henti napas saat tidur). Menurut riset, sleep apnea berhubungan dengan risiko kerusakan pembuluh darah di otak yang memicu stroke, meskipun ini tidak terjadi secara langsung.

Di sisi lain, menyambung tidur setelah sahur memberikan manfaat untuk menambah kecukupan waktu istirahat di bulan puasa. Pasalnya, otak akan mampu bekerja maksimal bila kecukupan waktu tidur terpenuhi. Tapi, sebaiknya berikan waktu agar tubuh dapat mencerna makanan dengan baik. Karena karbohidrat umumnya dicerna dalam jangka waktu dua jam, protein tiga jam, dan lemak empat jam, maka disarankan untuk menunggu hingga dua jam bila Anda berniat melanjutkan tidur setelah sahur.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY