Bahaya Tubuh tidak Menyerap Nutrisi dengan Baik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekurangan gizi tak hanya disebabkan kurangnya asupan makanan bernutrisi, tapi bisa juga karena malabsorpsi, di mana tubuh tidak dapat menyerap nutrisinya dengan baik. Karena kondisi ini, terkadang yang dirasa pola makannya sudah baik tetap berisiko mengalami gizi buruk. Proses pencernaan normalnya akan mengubah nutrisi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi unit-unit yang lebih kecil yang melewati dinding usus dan masuk ke aliran darah, yang kemudian diserap oleh sel-sel tubuh. Namun, mekanisme ini terkadang tidak berjalan dengan baik karena sejumlah faktor.

Dalam kebanyakan kasus, malabsorpsi disebabkan oleh produksi enzim pencernaan yang tidak memadai karena masalah pada kandung empedu, hati, atau pankreas. Selain itu, masalah atau kerusakan pada usus kecil juga dapat menyebabkan malabsorpsi. Ini bisa terjadi karena penyakit Celiac, penyakit Crohn, infeksi parasit, bakteri usus tidak seimbang, dan menjalani terapi radiasi pada bagian perut atau menjalani operasi pengangkatan usus kecil.

Pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan, malabsorpsi dapat menyebabkan gagal pertumbuhan. Berat badan atau tinggi badan mereka mungkin jauh di bawah anak-anak lain yang usia dan jenis kelaminnya. Pada orang dewasa, malabsorpsi dapat menyebabkan penurunan berat badan, penyusutan otot, kelemahan, dan bahkan masalah berpikir. Terlepas dari penyebabnya, malabsorpsi bisa dapat menimbulkan komplikasi serius terutama pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Malabsorpsi dapat menyebabkan kekurangan semua nutrisi atau kekurangan nutrisi tertentu saja, baik itu zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) ataupun zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Beberapa dampaknya antara lain:

  • Jika tubuh tidak dapat menyerap lemak, feses menjadi berbau menyengat berwarna terang, lunak, mengapung, dan lengket. Ini terjadi karena adanya peningkatan lemak dalam kotoran. Kekurangan lemak berkepanjangan dapat menyebabkan masalah kulit, masalah kognitif, dan bahkan masalah penglihatan.
  • Jika tubuh tidak dapat menyerap protein, dampaknya antara lain rambut kering, rambut rontok, penyusutan otot, kulit pucat, kuku rusak, dan retensi cairan (edema). Kekurangan protein berkepanjangan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga mudah terserang infeksi, dan kekurangan protein parah dapat menyebabkan syok dan mungkin meninggal dunia.
  • Jika tubuh tidak dapat menyerap karbohidrat, gula, dan pati, dampaknya antara lain perut kembung dan diare berair yang berpotensi dehidrasi. Ketika dehidrasi, tubuh mencoba menarik terlalu banyak air kembali ke dalam sel. Hal ini dapat menyebabkan beberapa sel membengkak dan bahkan pecah. Selain itu, dehidrasi juga dapat berujung penurunan volume darah dan oksigen yang berpotensi mengancam jiwa.
  • Jika kekurangan kalsium, dampaknya antara lain kram otot, dan tulang menjadi rapuh karena kepadatan tulang yang rendah, dan mengarah pada osteoporosis.
  • Jika kekurangan zat besi dan vitamin B12, tubuh bisa mengalami anemia yang mengakibatkan darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan sel tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, detak jantung tidak teratur, sesak napas, dan nyeri dada terutama pada orang yang memiliki riwayat sakit jantung.
  • Ketika lemak tidak terserap dengan baik, maka tubuh juga berisiko kekurangan vitamin yang sifatnya larut dalam lemak (A, D, E dan K). Padahal, semua vitamin tersebut memegang peranan penting. Vitamin A penting untuk fungsi retina, vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium, vitamin E berperan sebagai antioksidan, dan vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah.

Dengan demikian, jika Anda merasakan berbagai gangguan kesehatan, seperi mudah diare, sebaiknya segera diperiksakan ke pusat medis agar diketahui penyebab pastinya dan diberikan penanganan yang tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY