Bahaya Zat Kimia dalam Makanan

SehatFresh.com – Ketika membeli makanan olahan atau kemasan, cermati komposisinya. Pasalnya, kebanyakan makanan olahan saat ini mengandung banyak zat aditif. Prinsipnya, produsen makanan menggunakan zat aditif sintetis dengan tujuan untuk meningkatkan rasa, memperbaiki tekstur, menambah nutrisi dan menambah daya simpan. Sementara beberapa zat aditif seperti vitamin dan mineral memberikan kontribusi untuk kesehatan, zat aditif lainnya bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan. Tidak hanya pada makanan kemasan, makanan alami seperti buah dan sayur pun mengandung pestisida yang juga sama berisikonya bagi kesehatan.

  • MSG

Keamanan MSG (monosodium glutamate) memang masih menjadi perdebatan. Tapi, diduga kuat kalau konsumsi MSG jangka panjang berpotensi menyebabkan sistem kimia otak. Pada dasarnya, MSG tidak dianjurkan karena terbuat dari bahan kimia yang bagaimanapun bisa mengganggu fungsi tubuh, terutama bagi anak-anak. Tentunya akan lebih baik bila memasak menggunakan bumbu dapur yang lebih alami dan aman bagi tubuh.

  • Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, dan sukralosa lebih memberatkan sistem metabolisme ketimbang gula biasa. Studi menunjukkan bahwa pemanis buatan mengelabui otak menjadi lupa bahwa rasa manis itu sama dengan kalori ekstra. Akibatnya, Anda menjadi sulit jauh dari makanan manis.

  • Pewarna buatan

Pewarna makanan mungkin membuat makanan menjadi lebih menggugah selera, tapi ini juga membawa risiko penyakit. Pewarna karamel yang digunakan dalam cola mengandung dua bahan kimia yang disebut 2methylimidazole dan 4methylimidazole yang berpotensi menyebabkan kanker paru-paru, hati dan tiroid juga leukemia. Zat pewarna makanan sintetis seperti tartrazine dan indigotine, juga dapat mengganggu kesehatan kalenjar andrenal dan memicu kanker.

  • Antioksidan sintetis

Makanan kemasan seringkali mencantumkan TBHQ (tertiary butylhydroquinone). TBHQ merupakan zat aditif yang bertindak sebagai antioksidan digunakan untuk memperpanjang masa simpan. Sayangnya, ini tidak sesehat seperti antioksidan alami pada buah dan sayur. Menurut U.S National Library of Medicine (NLM), konsumsi TBHQ bisa memicu timbulnya gangguan penglihatan pada manusia. Pada hewan percobaan, zat aditif ini menyebabkan pembesaran hati, efek neurotoksik, kejang, dan kelumpuhan. BHA (butylated hydroxyanisole) dan BHT (butylated hydroxytoluene) merupakan antioksidan lainnya yang digunakan sebagai pengawet makanan yang juga dianggap berpotensi kanker.

  • Natrium nitrit atau natrium nitrat

Hampir semua daging olahan pabrik seperti sosis atau ham mengandung natrium nitrit atau natrium nitrat. Zat aditif ini digunakan untuk mempertahankan warna daging dan menghambat pertumbuhan bakteri pada makanan. Namun, kedua bahan kimi tersebut dapat terurai menjadi nitrosamine yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker.

  • Natrium benzoat dan potasium benzoat

Natrium benzoat dan potasium benzoat merupakan pengawet yang terkadang ditambahkan ke dalam soda untuk mencegah tumbuhnya jamur, tetapi kedua zat ini bersifat karsinogen serta terkait dengan kerusakan tiroid yang serius.

  • Sirup jagung

Sirup jagung fruktosa tinggi atau high fructose corn syrup (HFCS) seringkali ditambahkan pada produk biji-bijian olahan. Menurut para peneliti di Tufts University, konsumsi kalori ekstra dari HFCS dapat meningkatkan trigliserida, dan mendorong orang untuk makan berlebihan sehingga memicu kenaikan berat badan yang signifikan.

  • Lemak trans

Minyak sayur terhidrogenasi atau lemak trans buatan, diproduksi dari gabungan minyak nabati cair dengan hidrogen untuk membentuk lemak semi-padat atau padat. Lemak trans buatan yang ditemukan dalam makanan seperti margarin atau palm oil membuat makanan kemasan menjadi lebih awet. Tetapi, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh sehingga meningkatan risiko penyakit jantung.

  • Pestisida

Pestisida digunakan untuk melindungi bahan makanan seperti buah dan sayur dari serangan bakteri, gulma, jamur, serangga, dan hewan pengerat. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pestisida berhubungan dengan masalah pertumbuhan pada anak-anak hingga munculnya kanker. Pestisida pada buah dan sayur dapat dikurangi dengan mencucinya di bawah air mengalir kemudian dikupas bila memungkinkan. Pilih juga makanan organik bila memungkinkan.

Sumber gambar : www.medrec07.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY